Ginanjar Adhi Yuwana

Entah sejak kapan tepatnya kami saling mengenal satu sama lain…dan entah kenapa..kami bisa sedekat ini. Lelaki yang selama hampir empat tahun saya kenal baik ini, kini bagaikan sesosok kakak dalam hidup saya.

Kami memiliki kegemaran yang sama,..ya..berceloteh ringan melalui rangkaian bait bait rengekan dan curahan hati kami. Kami juga memiliki jenis musik dan penyanyi yang sama… dan bahkan, kami berasal dari kota yang sama…

Ginanjar Adhi Yuwana

Itulah dia sosok yang saat ini akrab saya sapa dengan panggilan “mas adhi..” ,… dia seorang yang sebenarnya banyak bicara, namun dia lebih sering memilih untuk lebih banyak diam. Dia seorang yang punya berbagai kemampuan, namun dia memilih untuk menyimpannya rapat rapat, tanpa perlu memamerkannya di depan khalayak ramai.

Tepat satu minggu yang lalu, saya dan mas adhi terlibat banyak obrolan menarik, kami tenggelam dalam obrolan obrolan ringan, lalu terhanyut dalam kisah kisah orang orang di sekitar kami yang tentunya sedikit banyak menambah pelajaran bagi kami yang tengah menapaki titian kehidupan ini.

Kami berdua melalui perjalanan darat yang cukup panjang, kami berangkat dari Terminal Grogol , Jakarta Barat pukul 20.05, dan sampai di kota tercinta kami sekitar pukul 08.15 pagi. Sepanjang perjalanan, mas adhi bercerita kisah kisah hidupnya. Sesekali kami berdua sama sama terdiam, lalu bersamaan memandang keluar jendela. Kala itu, ada satu hal yang sama sama kami rindukan, yaitu…. bintang!

Bintang,…sedari dulu saya tak pernah letih mengagumi keindahan bintang, meskipun ia kecil, meskipun ia hanya diam di tempat, meskipun ia tak sehangat mentari pagi, namun ia luar biasa, ia mampu menghiasi langit yang begitu luas. Bintang yang indah itu tak pernah saya dapati semenjak saya tinggal menetap di daerah ibukota Jakarta ini. Karna itulah hari itu saya pulang…dan tak sabar menantikan detik detik perjumpaan saya dengan bintang. Di kota saya yang jauh dari hingar bingar, jauh dari gedung bertingkat, jauh dari polusi kendaraan bermotor dan area industri, bintang dapat terlihat sangat jelas, dan sangat menawan.

Dan pada hari Rabu, 27 Juli 2011 ini, mas adhi melesat bagai elang menuju pulau seberang…. mas adhi berniat menggapai bintang hidupnya,…dia akan bergelut dengan alam, mengais nilai nilai kehidupan yang lebih dalam, dengan mencumbu sepanjang kepulauan Sumatera. Sebuah rencana yang menurut saya sangat luar biasa…. andai saya bisa, ingin rasanya ikut serta dengannya, menjejakkan langkah di antara hamparan hamparan bukit dan pesisir yang ada di Pulau itu. Namun agaknya, kali ini memang belum rejeki saya. 😀

Kakakku.. mas adhi… selamat berjuang dengan “Tour de Sumatera” nya…semoga perjalananmu selalu diberkahi Allah, semoga setiap langkahmu selalu dalam lindungan Allah… dan sampaikan salam saya untuk setiap kerling bintang yang kau temui disana…. ,,mudah mudahan banyak hikmah yang bisa kamu petik dari perjalanan panjangmu nanti…. : )  amin..

Iklan

Gadis Pelangi di Negeri Lampion Ungu

Dia adalah gadis pelangi, gadis cantik yang hidupnya selalu penuh warna dan keindahan. Semua yang memandangnya pasti takjub, sebagaimana ketakjuban terhadap sang pelangi.

Gadis ini tinggal di Negeri Lampion Ungu. Ya, diantara warna warna pelangi yang ada, gadis ini memilih untuk mencintai warna ungu, dan tinggal di negeri lampion ungu. Disana dia menari, disana dia menari, disana dia mencari jati diri, dan disana dia menulis beribu puisi.

Ya..ungu,sebuah warna yang merupakan kombinasi biru dan merah, oleh sebab itu warna itu bersifat  hangat sekaligus  sejuk … seperti gadis itu, saya dan dia belum pernah bertemu, namun kehangatan pelukannya dalam silaturahim ini benar benar bisa saya rasakan. Dan secarik puisi darinya pagi itu, benar benar menyejukkan hati saya. Baca lebih lanjut

^me and my dearest annisa^

Berulang kali saya melirik jam di tangan kiri saya, berharap bisa membunuh waktu yang terasa cepat sekali berlalu. Kala itu, hari Sabtu 21 Agustus. Seharusnya saya sudah berada di Rumah Sakit Pelabuhan di daerah Jakarta Utara sejak pukul 07.00 karna ada jadwal tes kesehatan. Namun hingga kini, hingga waktu menunjukkan pukul 9.10 saya amsih berada di metromini, masih terjebak kemacetan di daerah Senen. Baju terusan panjang yang tadi malam saya setrika begitu rapi kini sudah berkerut kerut disana sini,jilbab saya juga, wajah saya yang tadi segar sekarang telah bersimbah peluh dan bercampur debu dan asap kendaraan dari jalan.

Baca lebih lanjut

saat sahabat tak lagi bicara

Dear diary…. rasanya kali ini saya sedang tidak ingin terlalu banyak berceloteh manja..merangkai butiran butiran mutiara kata agar menjadi indah..atau menampakkan senyum dibalik awan kelabu yang menyelimuti raut wajah saya..

Ah…kali ini saya sedang benar benar ingin curhat…

Diary…ingatkah kamu betapa saya selalu menjadi sahabat kesayangan kawan kawan saya sejak kecil? Ingatkah kamu bahwa mereka selalu mengembangkan senyum, melebarkan tawa dan merentangkan Baca lebih lanjut

Kepompongku tak jadi kupu kupu

Dear diary….ternyata kepompong itu kini tak lagi jadi kupu kupu…

..::..

Saya pernah memiliki sebuah kelompok belajar kecil pada waktu kuliah, yang saya namakan kepompong.. “mengubah ulat menjadi kupu kupu” 😀 .. Di dalam kelompok belajar itu, dari 7 orang yang ada, saya adalah satu satunya perempuan.. awalnya agak canggung, agak takut, risi, tidak nyaman, karena saya adalah satu satunya perempuan,saya berjilbab, dan mereka semua laki laki, dan beberapa diantara mereka adalah laki laki perokok dan pemabuk. huhu. Baca lebih lanjut

Ceritakan padaku

hari ini.. satu teman kembali datang ke pelukan saya lewat dunia maya… ia berceloteh..berkeluh dan berkesah mengenai segala isi hatinya yang sedang gundah gulana… masalah klasik anak muda.. masalah cinta… saya dengarkan celotehnya dengan tidak banyak berkomentar…. dan mencoba merasakan apa yang dirasakannya…. dengan begitu … beban yang terpikul di pundaknya..bisa sedikit saya ringankan……

kemudian teman yang lain datang dengan membawa syukur atas kemenangannya di ajang duta bahasa….. saya menyambutnya dengan perasaan turut bersuka cita… ya…bagi saya..kebahagiaan teman..sahabat atau saudara saya adalah kebahagiaan saya pula.. 🙂

dan satu kebahagiaan lagi datang dari salah satu sahabat baik saya….ketika dia meminta saya menelefonnya.. dan ternyata melalui telfon itulah dia mengabarkan bahwa dia sudah diterima bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi di kota Semarang… padahal masih lekat di ingatan saya..beberpa waktu yang lalu ia sempat dilanda kesedihan yang bertubi tubi… ia sempat kehilangan kekasih hatinya.. dan juga kehilangan ibu yang sangat disayanginya…  dan ternyata benar bahwa badai pasti berlalu… kesedihannya kini telah sirna.. badai telah berlalutelah berganti menjadi mentari yang menyinari hari harinya dengan keceriaan..

saya senang bisa menjadi tempat berbagi untuk kawan kawan saya… saya senang menjadi pendengar setia untuk semua curahan hati mereka..saya senang mereka mempercayai saya untuk menjadi tempat mereka mengadu…saya senang sekali memberikan pundak saya untuk sekedar menyandarkan kepala mereka.saya senang mengusapkan tangan saya untuk menghapus air mata mereka… dan saya senang menyambut mereka dengan pelukan saya…. kapanpun..dimanapun….disaat suka atau sedih….setiap mereka membutuhkan saya untuk berbagi….

saya mungkin bukan seorang pemberi solusi yang baik bagi masalah masalah yang teman teman saya hadapi…. saya mungkin tidak bisa memberikan kebahagiaan lebih dari kebahagiaan yang sudah mereka dapatkan dengan tangan mereka… tapi alhamdulillah saya bisa meringankan sedikit beban mereka walau hanya dengan mengelus punggung mereka.. membawa mereka ke pelukan hangat saya…atau menelefon mereka di saat mereka membutuhkannya…

saya sendiri bukan tidak punya masalah… saya sendiri memiliki banyak beban pikiran yang tidak pernah saya bagi kepada mereka… namun saya selalu memilih untuk menuliskan isi hati saya..ketimbang mengungapkannya kepada sahabat sahabat saya…..menulis cukup membuat berton ton penat yang ada di atas kepala saya berangsur angsur berkurang…..

Sahabat… terimakasih telah bersedia berbagi cerita dengan saya….. jangan pernah ragu untuk datang kepada saya….kapanpun kamu membutuhkan saya….ceritakanlah kepada saya apa yang mengusik hatimu…apa yang meredupkan ceriamu… dan jangan pernah bersedih… janganlah kau menangis.. hadapi semuanya dengan senyuman… dan semua akan terasa indah…. tetap sabar dan tetap bersyukur… karena Syukur adalah jalan yang mutlak untuk mendatangkan lebih banyak kebaikan ke dalam hidup kita  (Marci Shimoff) ….

Sahabat…

Pegang Pundakku, Jangan Pernah Lepaskan
Bila Ku Mulai Lelah…
Lelah Dan Tak Bersinar
Remas Sayapku, Jangan Pernah Lepaskan
Bila Ku Ingin Terbang..
Terbang Meninggalkanmu

mbak fitri cantik..mbak fitri baik….

walaupun usianya masih muda…saya memanggilnya “mbak “….karena kami  saya dan mbak fitri memang belum terlalu akrab… 🙂 ….mbak fitri ini adalah sahabat baru saya…..orangnya masih muda….masih 17 tahun….dia cantik…badannya kurus…kulitnya putih…tubuhnya mungil..tidak terlalu tinggi…dan wajahnya….mirip dengan artis acha septriasa … 🙂 (bukan hanya menurut saya…tapi menurut banyak orang… 😀

mbak fitri adalah anak dari ibu pemilik warung di depan kos kosan saya…dia hanya bersekolah hingga lulus smp…tapi dia selalu terlihat ceria….pagi hari dia sudah terjaga untuk membantu ibunya memasak dan menyiapkan lauk untuk jualan mereka di hari itu….kemudian ibunya akan pulang ke rumah untuk mencuci pakaian2 tetangga2nya…mba fitri sendiran di warung…sampai siang ia menjaga warung dan melayani para tukang becak yang berlangganan makan di warungnya..dia menjaga warung sambil membaca baca buku miliknya….sesekali dia bosan lalu menyetel televisi kecil yang gambarnya sudah agak tidak jelas yang terletak di sudut meja di warungnya…….setiap pukul 3 sore ibunya datang menggantikannya menjaga toko…dan mbak fitri akan pulang ke rumah untuk beristirahat sejenak…mandi…dan akan kembali ke warung lagi pada pukul 5… 🙂 ..lalu dia kembali menjaga warung itu sampai pukul 9 malam…

sebait cerita mengenai mbak fitri di atas mungkin terdengar sederhana..namun dibalik itu ada suatu hal yang luar biasa…bayangkan saja…mbak fitri masih muda..masih 17 tahun…usia dimana banyak remaja di luar sana yang sedang senang sekali masa masa mudanya dengan berbagai macam kegiatan..usia 17 tahun dimana seharusnya dia tidak di warung kecil itu seharian….seharusnya dia ada di sekolah untuk menuntut  ilmu…..bercanda bersama teman teman seusianya….sepulang sekolah dia bisa belajar…..atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah…olahraga..kesenian….dkk….di akhir pekan dia bisa jalan jalan bersama teman temannya….menikmati masamuda nan indah…memanfaatkan waktu untuk banyak hal positif dan menyenangkan di luar sana…….seperti yang banyak orang bilang…masa masa paling indah…masa masa di sekolah…. 😀 ….saya sendiri juga dulu sangat menikmati masa masa sma saya… 🙂 masa masa muda dimana saya bersama teman teman baik saya….masa masa indah semasa di sekolah..masa masa sweet seventeen dimana saya pertama kali mengenakan jilbab saya.. :)..aih…indahnyahidupku… :D…. …..tapi mbak fitri tidak bisa menikmati semua itu….dia harus mengalah untuk tidak melajutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi karena dia mempunyai empa orang adik….dan dia sudah tidak memiliki ayah… 😦 ..dia rela hanya bersekolah sampai smp…lalu membantu ibunya bekerja di warung….kehilangan sebagian masa mudanya demi keluarga…dan hebatnya….dia tidak pernah protes…dia tidak pernah mengeluh….dia menjalaninya dengan ikhlas…dia tidak pernah memasang muka masam ketika berada di warung….

kalo dibandingkan saya waktu 17 tahun dulu….jauuuuuuuhhh banget,,,,,,saya dulu sudah jauh dari orang tua…merantau….jadi membantu ibu sangat jarnag sekali… :)…sekalinya mudik..pas lebaran…disuruh bantu bersh bersih rumah dan mencuci baju saja terkadang saya bersungut sungut,,,,,sepulang sekolah saya maiinnnnn melulu……dan kalau uang saya habis…baru lah saya ingat orang tua belum mengirimi saya uang..belum lagi saya rasanya  masih kuraaang saja..pengen ini..pengen itu….*aih….jadi malu saya sama mbak fitri…..

mbak fitri bisa jadi tidak lebih beruntung dari saya dalam hal materi….tapi Subhanallah….Allah memberikahnya kecantikan akhlak muslimah yang luar biasa….dari satu sudut mungkin orang memandang remeh seorang lulusan smp ,penjaga warung seperti mbak fitri…tapi dari seorang mbak fitri yang cantik…mbak fitri yang baik…saya justru belajar beberapa hal…ikhlas…bersyukur…..dan berbakti kepada orang tua….. 🙂

terimakasih atas pelajarannya mbak fitri….semoga suatu hari nanti mbak fitri bisa kembali bersekolah…..agar bisa tercapai semua keinginan dan cita cita mbak fitri….amien… 🙂 ….jangan pernah menyerah mbak fitri……saya yakin Allah sayang sama orang sebaik mbak fitri… 🙂 …. saya yakin Allah sudah menyiapkan sebuah cerita indah dibalik semua perjuangan mbak fitri selama ini….

tetap tersenyum yah mbak fitri cantik…mbak fitri baik.. 🙂