Renungan bersama si tanah basah…

Hujan deras pagi ini memaksa saya untuk sedikit bermalas malasan sambil meninggikan selimut tebal yang disediakan oleh emak(panggilan untuk ibu kos saya) di kamar saya ini. Bau tanah basah menyergap masuk melalui celah ventilasi yang hanya tertutup oleh plastik lebar yang sudah sobek disana sini.. Brrr…sambil memeluk diri saya sendiri dengan menelungkupkan kedua tangan di depan dada…saya mulai mengatur nafas. Saya enggan dinginnya pagi ini mematahkan semangat saya untuk kembali bekerja setelah berhari hari tergolek lemah tak berdaya di tempat tidur ini. Baca lebih lanjut

Iklan