Namanya KMS


 

Seorang pria bertubuh kekar, tegap , tinggi , dan gagah, berperawakan besar, bertampang sangar dan bermuka seram dan nyaris tanpa senyum terus berlari berkejaran dengan angin, melintasi jalan setapak, menapaki jalanan terjal tanpa lelah, dan tidak mempedulikan keringatnya yang terus mengalir bercucuran membasahi seluruh tubuhnya.

Saya berusaha sekuat tenaga mengejarnya, namun yang nampak dari kejauhan hanya kilas punggungnya yang semakin lama semakin menjauh. Nafas saya hampir habis, saya tersengal sengal, separuh muka saya memerah, dan kaki saya mulai terasa pedih dan sakit sekali karena seharian harus mengenakan sepatu boot seberat 2 kilogram. Saya terlalu letih dan memutuskan untuk berhenti mengejar pemuda itu. Saya tak lagi kuat berlari dan akhirnya memutuskan meneruskan sisa perjalanan dengan berjalan kaki. Masih sambil menyeret kedua kaki saya,sepanjang jalan saya tak henti henti mengutuk pemuda itu, saya kesal karena menurut saya dia sok! mentang mentang bertubuh paling gagah, dia semena mena meninggalkan saya dan teman teman yang lain. Dia terlalu angkuh! seenaknya saja ingin berada di barisan terdepan perjalanan ini, tanpa mempedulikan beberapa teman yang nasibnya tidak seberuntung dia berjalan susah payah di deretan paling belakang.Ah!kesal…kesal..kesaaaall…..sekaliii….!!!!saking kesalnya,rentetan pepohonan hijau di kaki Gunung Salak sore itu sama sekali tidak bisa meredakan amarah saya. Baca lebih lanjut

Iklan