For my soulmate

Dear diary…

Ibarat dua jiwa yang melebur menjadi satu…ketika yang satu terluka… maka yang lain akan merasakan pedihnya….Sama seperti saya dan.. paundra.. sekarang dia tengah terbaring sakit.. dan saya rasa..saya ikut merasakan sakit yang dia rasakan..ah.. lagi lagi saya berbicara tentang dia… ternyata memang tidak semudah itu untuk melepaskan diri dari angan tentangnya…

oOo

Keputusan ibu Paundra di hari Minggu lalu adalah keputusan yang sangat bertolak belakang dengan keinginan dari hati nurani kami yang terdalam….. beliau tetap bersikeras untuk memisahkan kami.. dengan alas an apapun kedekatan kami dan I’tikad baik kami untuk menuju jenjang pernikahan tetap tidak dapat beliau terima.. beliau tetap bersikukuh..bahwa beliau tidak ridho dengan hubungan kami…… 😥 sungguh keputusan yang jauh dari cita cita kami untuk membangun bahtera pernikahan yang indah…mewujudkan keluarga yang sakinah… lengkap dengan keturunan yang sholih sholihah….. Astaghfirullah.. agaknya kami telah bermimpi terlalu tinggi… sehingga ketika jatuh.. seakan mustahil bagi kami untuk bangkit kembali…. Baca lebih lanjut

Iklan

Belajar dari langit..

pagi ini … sinar matahari sudah mengintip dari celah ventilasi kamar saya… dan menyilaukan mata saya yang masih enggan untuk terbuka lebar seperti pagi pagi sebelumnya…saya enggan beranjak dari tempat tidur ini.. saya enggan untuk memulai pagi ini… sesekali saya mengelus perut saya sendiri sambil meringis menahan sakit….

sudah tiga hari ini rasa nyeri yang hilang timbul di perut kiri saya bagian bawah memang sangat mengganggu aktifitas saya… saya yang biasanya ketika pagi datang sudah bergegas untuk pergi ke tempat kerja saya dengan penuh semangat … tiga hari ini saya terpaksa harus tertahan… untuk mengumpulkan segenap tenaga untuk dapat kembali berdiri tegak dan menahan rasa sakit Baca lebih lanjut

Obat itu bernama IKHLAS

Subhana rabbiyal a’la wabihamdih……Subhana rabbiyal a’la wabihamdih….Subhana rabbiyal a’la wabihamdih…. Maha suci TuhanKu yang Maha Tinggi dan dengan segala puji-pujiannya…….Sambil mengucapkan kalimat itu…saya tenggelam dalam sujud yang panjang……saya pejamkan mata dan saya rasakan bulir bulir darah yang mengalir perlahan ke otak saya….. saya cium sajadah saya dengan memejamkan mata….. sungguh saya adalah makhlukMu yang sangat mencintai gerakan sujud…dan rasanya saya enggan beranjak dari sujud panjang ini…. saya enggan mengakhiri sholat subuh pagi ini….

Seusai sholat….saya duduk bersila…..menengadahkan kedua tangan….memanjatkan doa…lalu menundukkan kepala…..memutar kembali yang terekam di otak saya…..tentang kejadian semalam….

oOo

Saya baru pulang dari tempat kerja saya ketika waktu telah menunjukkan pukul 20.30 … sendirian di lantai 3 sebuah kantor besar..akhirnya membuat saya ingin pulang juga….saya menuju basement untuk mengambil motor…dan melambaikan tangan kepada satpam yang bertugas malam itu…saya menyusuri sepanjang slamet riyadi.. dan memang malam ini saya sengaja mencari jalan dengan rute berputar putar..karna inginmenikmati suasana kota Solo di malam hari.. malam jumat memang tidak begitu ramai.. tapi cukuplah untuk saya menghirup hawa dingin yang menentramkan batin saya…handphone saya berdering begitu saya memasuki ruangan kamar saya yang redup dan selalu menghilangkan semua lelah yang saya rasakan…siapa gerangan menelepon saya malam malam begini….saya melirik jam dinding dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul 21.45 …. ah… biarkan saja lah….malam malam begini…. cape’… mau istirahat saja….pikir saya…setelah itu saya membersihkan diri dan bersiap untuk tidur…. ternyata handphone saya masih terus berbunyi…. akhirnya saya raih handphone saya yang tergeletak di lantai kamar saya…

Astaghfirullah… paundra….! paundra menelepon saya malam malam begini…. ada apa dengannya??.Bismillahirrohmanirohim…saya anghkat telepon darinya…. dan mencoba mengucapkan salam walaupun suara saya tertahan di tenggorokan… tidak ada jawaban dari paundra…. tidak ada jawaban dari salam yang saya ucapkan… yang saya dengar hanyalah isak tangis paundra…. astaghfirullah…. isak tangisnya semakin lama semakin meledak…. dan saya pun semakin lama semakin terhanyut.. karena mendengar tangisnya rasanya seperti ada pisau tajam yang menyayat hati saya… dia pasti tidak kuat dengan perpisahan kami…. :cry : tangis saya pun pecah seketika itu juga… kami berdua terlibat dalam obrolan yang penuh kebisuan… yang tiada kata kata…. yang ada hanyalah isak tangis yang membuncah di tengah kesunyian malam ini….

Saya sendiri tidak tahu saya ini menderita sakit apa… namun sejak duduk di bangku smk…. apabila saya mengalami shock berat.. air mata tidak akan bisa berhenti mengalir dari mata saya.. bibir saya akan tertahan kaku karena gigi saya menggeretak satu sama lain… sekujur badan saya kaku…dingin…dan urat urat nadi saya mengejang…. dan malam ini saya mengalaminya lagi…. saya tidak kuat harus mendengarkan paundra menumpahkan air matanya di hadapan saya…. saya tidak kuat Ya Allah…… saya hampir tidak tertolong sampai akhirnya paundra dari seberang nampaknya merasakan apa yang saya rasakan… walaupun tidak melihat secara langsung.. tapi dia bisa merasakan kondisi fisik saya yang langsung melemah saat itu juga… dan akhirnya saya mendengar suaranya… masih dalam tangis dia berkata… “aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan….” …. dan saya tidak bisa menjawab dengan sepatah katapun…. lalu paundra mulai menuntun saya untuk mengucap istighfar…….”astaghfirullahaladzim…….astahfirullahaladzim….astaghfirulahaladzim….“…. dan dengan sekuat tenaga saya mengikutinya… kemudian dia kembali menuntun saya agar tenang…. “allahu akbar…..allahu akbar…allahu akbar….” dengan penuh keringat dingin karena menahan rasa sakit yang teramat sangat saya mengikuti paundra mengucapkan takbir demi takbir yang ia tuntunkan…..

oOo

Dan akhirnya entah bagaimana malam itu berakhir… saya terbangun tepat ketika adzan subuh berkumandang…. saya terbangun dalam kondisi lunglai…. dan mengambil air wudhu untuk sholat…..dan sekarang…..seusai sholat saya merenungi apa yang terjadi semalam…. perpisahan ini benar benar masih menyisakan sesak yang begitu dalam di hati paundra.. dan demikian juga di hati saya….. astaghfirullah.. bagaimana bisa kemarin saya berkata saya ikhlas..tapi hati saya masih merasa perih seperti ini…

Allahu akbar… betapa perih sakit yang saya rasakan di hati ini….. namun saya harus tetap ikhlas….. saya yakin ikhlas itulah yang akan menjadi obat dari segala rasa sakit ini…. yang namanya obat pastilah tidak enak…seperti yang saya rasakan  tahun lalu saya menderita penyakit usus buntu dan infeksi ginjal dalam waktu yang bersamaan…. saya harus mendapatkan asupan obat baik suntik maupun obat yang diminum… yang disuntik terasa sakit sekali… 😥 dan yang diminum terasa pahit sekali….. namun alhamdulillah saya bisa sembuh  dari kedua penyakit itu karena saya tidak pernah berhenti meminum obat itu sampai habis ….. dan saya yakin saat ini yang terjadi sama… obat dari sakit hati saya adalah ikhlas… ikhlas memang pahit…. memang terasa menyakitkan…. dan membuat saya menangis…. namun apabila saya berhenti ikhlas…. maka sakit itu akan terus terasa dan saya akan merasakan kerapuhan jiwa yang dalam… berbeda dengan apabila saya memiliki keikhlasan yang tak berujung… insyaALLAH.. rasa sakit ini akan hilang….dan saya akan terbebas dari segala rasa sakit di hati ini……

Di akhir doa saya…saya memohon kepada Allah yang menguasai hati saya….Ya Allah…semoga saya bisa senantiasa ikhlas…. dan semoga ikhlas bisa menjadi obat dari segala sakit di hati ini…… amien… :’) .

**Pagi ini.. saya memohon kepada paundra untuk mengikuti ajakan saya “meminum” obat ini…..saya meminta paundra untuk ikhlas… dan saya minta dia untuk menemui ibunya… untuk dapat bermusyawarah sekali lagi mengenai hubungan kami… dan apabila nanti hasilnya tidak sesuai harapan kami…. saya minta paundra untuk terus…dan terus mengobati hatinya dengan ikhlas….. insyaAllah… rasa sakit itu juga akan sirna dari hatinya….

Akulah bintang yang redup…

Berdiri di depan cermin…. memandang seluruh tubuh saya dari atas ke bawah….. sedikit memicingkan mata.. lalu saya memutar badan saya ke kiri dan ke kanan… ah… ternyata memang saya ini gendut… uuffh..dengan sedikit  merengut saya mengeluh lagi… fooh.. pendek pula…astaghfirullah indah… saya menepuk keras kepala saya.. lalu segera mengucap istighfar atas kekufuran saya ini… Ya Allah maafkan saya…. saya  tidak bermaksud untuk menghina penciptaanMu yang sempurna ini….. kemudian saya memejamkan mata dan menarik nafas dalam dalam…… lalu kembali membuka mata saya………. dan berkata “sempurna” …. “cantik”….. “menarik”…. lalu senyuman terindah pun segera saya persembahkan untuk diri saya sendiri…..iya benar… pipi saya ranum…senyum saya indah..dan tubuh saya…bukannya pendek..tapi mungil… Alhamdulillah Ya Allah…

Tapak tapak kaki saya menyusuri tangga dan menuju ke atap untuk menyaksikan bintang yang sudah lama tidak saya jumpai. Sesampainya di atap… saya merebahkan diri sambil memandang langit….dan merenungi kejadian demi kejadian istimewa yang terjadi pada hidup saya dua bulan terakhir ini… semua beban saya hempaskan dan saya sandarkan sejenak…. dan kembali berfikir… kenapa ada yang begitu membenci saya? saya tidak jelek…walaupun memang saya tidak sempurna…. saya tidak jahat….saya selalu berusaha baik kepada semua orang… dan saya tidak bodoh…saya bisa jadi tidak tahu tentang sesuatu hal… tapi saya selalu ingin mencari tahu…..lalu .. apa yang salah dengan saya?

Kemudian saya mengucap tasbih berulang ulang sambil memandang langit yang begitu indah..Subhnallah ….Subhanallah….Subhanallah… ada satu bintang yang tampak begitu cerah dan cemerlang..namun ada bintang yang sinarnya redup…bahkan ada yang nyaris tidak tampak sinarnya… semakin dekat dengan bumi…semakin terang sinarnya…semakin jauh…semakin redup dan tak nampak tentunya…sama seperti manusia…semakin dekat dengan Allah…semakin terang sinarnya….semakin jauh dengan Allah…semakin redup….bahkan gelap…..Astaghfirullah….astaghfirullah…astaghfirullahaladzim.. apakah semua ini karena saya adalah bintang yang redup?? astaghfirullah…hati saya bergetar mengingatnya….saya menyadari bahwa saya masih sangat jauh dariMu YaAllah…tapi mengapa kesadaran ini tak membawa saya mendekat kepadaMu juga??Ya Allah….sesungguhnya hanya kepada Engkaulah saya memohon dijauhkan dari segala macam godaan syaitan yang tidak membawa saya mendekat kepadaMu…

Akhirnya saya temukan jawaban dari pertanyaan yang mengusik hati saya di bawah langit yang menyelimuti saya malam ini…. kenapa beliau membenci saya?…yah..karena saya adalah bintang yang redup.Dan karena itulah….saya ingin menjadi bintang yang terang…..kuncinya adalah mendekatkan diri kepada Allah…. dan dengan kunci itu saya bisa membuka hati orang yang membenci saya… dan membuat kebencian itu sirna…dan berubah menjadi kasih sayang… saya yakin apabila saya bisa menjadi bintang yang terang….. saya menjadi seorang gadis shalihah yang dekat dengan Allah…yang dicintai Allah… maka tidaklah lagi ada alasan bagi beliau untuk membenci saya….bukankah sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah?bukankah semua orang menyukai bintang yang terang??bukankah tidak ada yang membenci bintang yang terang??

Terimakasih Ya Allah yang telah menitipkan secarik pesan indah melalui bintang bintang malam ini… terimakasih Ya Allah telah membuka mata saya yang selama ini buta… ternyata bukanlah kecantikan…kepintaran…atau keduniawian lainnya yang menjadi ukuran….namun kedekatan kepadaMu lah yang akan menjadikan saya terang…. Saya berjanji saya akan menjadi bintang yang terang….saya akan berlari mendekat kepadaMu Ya Allah….saya akan memperbaiki diri..dan meningkatkan ketaatan saya kepadaMu Ya Allah….hanya kepadaMu… Peluk dan rangkul saya untuk selalu ada dijalanMu Ya Allah… untuk selalu meniti langkah di jalan yang lurus ini…….amien….

“Mulialah wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga”


Ya Allah aku tidak bermaksud untuk menghina penciptaanMu yang sempurna ini. Aku hanya sadar bahwa aku masih jauh dariMu. Sayangnya kesadaran ini tak jua membawaku untuk lebih dekat kepadaMu

Ceritakan padaku

hari ini.. satu teman kembali datang ke pelukan saya lewat dunia maya… ia berceloteh..berkeluh dan berkesah mengenai segala isi hatinya yang sedang gundah gulana… masalah klasik anak muda.. masalah cinta… saya dengarkan celotehnya dengan tidak banyak berkomentar…. dan mencoba merasakan apa yang dirasakannya…. dengan begitu … beban yang terpikul di pundaknya..bisa sedikit saya ringankan……

kemudian teman yang lain datang dengan membawa syukur atas kemenangannya di ajang duta bahasa….. saya menyambutnya dengan perasaan turut bersuka cita… ya…bagi saya..kebahagiaan teman..sahabat atau saudara saya adalah kebahagiaan saya pula.. 🙂

dan satu kebahagiaan lagi datang dari salah satu sahabat baik saya….ketika dia meminta saya menelefonnya.. dan ternyata melalui telfon itulah dia mengabarkan bahwa dia sudah diterima bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi di kota Semarang… padahal masih lekat di ingatan saya..beberpa waktu yang lalu ia sempat dilanda kesedihan yang bertubi tubi… ia sempat kehilangan kekasih hatinya.. dan juga kehilangan ibu yang sangat disayanginya…  dan ternyata benar bahwa badai pasti berlalu… kesedihannya kini telah sirna.. badai telah berlalutelah berganti menjadi mentari yang menyinari hari harinya dengan keceriaan..

saya senang bisa menjadi tempat berbagi untuk kawan kawan saya… saya senang menjadi pendengar setia untuk semua curahan hati mereka..saya senang mereka mempercayai saya untuk menjadi tempat mereka mengadu…saya senang sekali memberikan pundak saya untuk sekedar menyandarkan kepala mereka.saya senang mengusapkan tangan saya untuk menghapus air mata mereka… dan saya senang menyambut mereka dengan pelukan saya…. kapanpun..dimanapun….disaat suka atau sedih….setiap mereka membutuhkan saya untuk berbagi….

saya mungkin bukan seorang pemberi solusi yang baik bagi masalah masalah yang teman teman saya hadapi…. saya mungkin tidak bisa memberikan kebahagiaan lebih dari kebahagiaan yang sudah mereka dapatkan dengan tangan mereka… tapi alhamdulillah saya bisa meringankan sedikit beban mereka walau hanya dengan mengelus punggung mereka.. membawa mereka ke pelukan hangat saya…atau menelefon mereka di saat mereka membutuhkannya…

saya sendiri bukan tidak punya masalah… saya sendiri memiliki banyak beban pikiran yang tidak pernah saya bagi kepada mereka… namun saya selalu memilih untuk menuliskan isi hati saya..ketimbang mengungapkannya kepada sahabat sahabat saya…..menulis cukup membuat berton ton penat yang ada di atas kepala saya berangsur angsur berkurang…..

Sahabat… terimakasih telah bersedia berbagi cerita dengan saya….. jangan pernah ragu untuk datang kepada saya….kapanpun kamu membutuhkan saya….ceritakanlah kepada saya apa yang mengusik hatimu…apa yang meredupkan ceriamu… dan jangan pernah bersedih… janganlah kau menangis.. hadapi semuanya dengan senyuman… dan semua akan terasa indah…. tetap sabar dan tetap bersyukur… karena Syukur adalah jalan yang mutlak untuk mendatangkan lebih banyak kebaikan ke dalam hidup kita  (Marci Shimoff) ….

Sahabat…

Pegang Pundakku, Jangan Pernah Lepaskan
Bila Ku Mulai Lelah…
Lelah Dan Tak Bersinar
Remas Sayapku, Jangan Pernah Lepaskan
Bila Ku Ingin Terbang..
Terbang Meninggalkanmu

Kuikhlaskan untukmu…ibu…

Petir menyambar sudut hati saya malam tadi…..membuat sekujur tubuh saya lemas …. kaki saya terkulai… bibir saya gemetar  dan mata indah saya menumpahkan jutaan tetes air mata yang membuat dada saya sesak……. 😥

Rasanya baru kemarin saya mengikhaskan Paundra dan melepaskan status “kekasih” yang sudah kami sandang selama hampir dua tahun ini….  baru kemarin saya tiada henti bersyukur kepada Allah karena Allah menyelamatkan saya dari cinta yang salah….. baru kemarin Allah menghentikan langkah saya yang selalu menjadi ladang dosa bagi Paundra…. baru kemarin saya menyadari bahwa persahabatan jauh lebih indah…

Malam ini …. tiba tiba Paundra mengirimkan sebuah sms kepada saya.. dari bahasa smsnya seperti bukan bahasa Paundra… dan ternyata memang bukan dia yang menulisnya..melainkan dia memforward sms itu..sms itu dari ibu Paundra….

“maumu itu apa?ibu sudah melarang kamu berhubungan dengan gadis itu!!ibu tidak meridhoi kedekatan kamu dengan gadis itu!!!harus dengan cara apa lagi ibu menjauhkanmu dari gadis itu!!! apa ibu harus berdoa untuk keburukan kamu dulu baru kamu mau nurut sama ibu???!!!”

darah saya berdesir…membakar separuh nurani saya…. duhai ibu Paundra yang lembut hatinya…..ampuni saya apabila saya mempunyai salah kepada ibu….. tapi apa?apa salah saya sehingga ibu sama sekali tidak meridhoi hubungan saya dengan Paundra?kenapa ibu begitu membenci saya? padahal bertemu sekalipun saja belum pernah…. 😥

Saya sangat menyadari.. bahwa Paundra yang sejak kecil adalah seorang hafidz Quran memiliki tanggung jawab besar untuk mempertahankan hafalannya itu…tidak hanya tanggung jawab dunia…namun lebih tanggung jawab akhirat..tanggung jawabnya kepada Allah.. saya tahu betul… bahwa dengan kedekatan saya dan Paundra di waktu waktu yang lalu merupakan sebuah dosa besar yang tahfidz yang ia pertahankan hingga kini… untuk itulah saya memilih mundur dan mengakhiri kisah kasih kami… tapi kenapa ibu Paundra masih tetap saja membenci saya? kenapa ” berteman” saja masih dilarang? kenapa tidak boleh? dan kenapa hanya saya yang tidak boleh berteman dengan Paundra?

Duhai ibu Paundra yang saya sayangi… saya menyadari betul bahwa ibu sangat menyayangi putra ibu satu satunya… saya menyadari betul bahwa akan berat bagi ibu menyaksikan kasih sayang putra ibu kepada ibu berkurang karena kehadiran saya… tapi ibu… sungguh kini saya telah mengikhlaskan dia… saya tidak akan membawanya pergi jauh dari ibu… saya tahu pilihan ibu untuknya pastilah yang terbaik untuknya….

Dan ibu… saya cukup tahu diri…bahwa saya bukanlah seorang wanita yang sempurna.. saya cukup bercermin diri.. bahwa Paundra pantas mendapatkan pendamping yang lebih baik dari saya….

Saya hanyalah wanita biasa… terlahir dari keluarga yang tidak pernah menanamkan pendidikan agama sejak kecil….keluarga yang membebaskan anak anaknya untuk memilih agamanya sendiri dan mempelajari agama pilihan mereka sendiri…..akhirnya disaat saya sebesar ini…saya menjadi wanita yang jauh dari kata sholehah… disaat wanita wanita lain sibuk mengulang ulang hafalan Qur annya yang hampir lengkap… saya baru saja memulai belajar membaca satu per satu huruf hijaiyah dengan tajwid yang belum saya fahami betul.. di saat wanita wanita lain mengulurkan jilbab panjangnya dengan anggun.. saya masih bertahan dengan jilbab yang hanya menutupi separuh tubuh saya.. disaat wanita wanita lain menikmati bermunajat di sepertiga malam terakhir…saya tertidur pulas di balik selimut saya….. disaat wanita lain menjalankan sholat dhuha untuk menentramkan hati …saya justru sibuk dengan pekerjaan pekerjaan saya di kantor…

Duhai ibu Paundra yang baik hati….janganlah karena kemarahan ibu kepada saya… ibu melimpahkan kekesalan pada Paundra dan mengirimkan doa bagi keburukannya…. jika memang untuk berteman dengan Paundra pun saya tidak diijinkan…. maka apalah hak saya untuk melarang ibu… baiklah ibu…. mungkin saya akan berlari seribu langkah untuk menjauh dari Paundra .. asalkan ibu tetap menyayanginya..dan tetap mendoakan kebaikan di setiap langkah hidup Paundra….

Untuk paundraku….sahabatku…saudaraku…. kembalilah ke pelukan ibu… perpisahan ini pastilah berat …. namun ikhlaskanlah semua ini karna rasa cinta pada Ibu…. 😥 dan karena Allah…… ingat kan? Ridhollahi wa fii ridho walidain….ridho Allah terletak pada ridho orang tua…. insyaAllah keikhlasan ini akan menjadikan kita semakin dicintai oleh Allah… dan bukankah Allah menjanjikan pahala yang besar bagi orang orang yang ikhlas dengan takdirnya ??? ..

Allahu akbar….astaghfirullah…..allah….allah…allah…..walaupun perih ini menusuk relung jiwa saya…saya akan mencobanya Ya Allah…saya akan mencoba untuk mengikhlaskan semua ini..karenaMu Ya Allah… semoga setiap tetesan air mata yang mengalir membasahi kedua pipi saya bisa menjadi pembasuh kekotoran hati saya dan menjadikannya kembali bersih…sampai tiba saatnya saya harus kembali padaMu nanti….amien…..

Selalu DenganMu…..

Dear diary,

Subhanallah..walhamdulillah….wa astaghfirullah…wallahu akbar……tidak terasa…satu minggu terberat dalam hidup saya sudah saya lalui…….air mata saya sudah saya habiskan…..badan saya sudah kembali saya tegakkan….dan senyuman saya kembali bermekaran…..

ketika tepat satu minggu yang lalu saya menulis tulisan berjudul tidak lagi mejikuhibiniu …….hari ini…mata saya sudah dapat memancarkan binar merah jingga kuning hijau biru nila dan ungu kembali seperti dulu lagi…..langit menyambut saya dengan mentari yang membasuh muka saya dengan kehangatannya pagi ini….. 🙂

Semua memang masih terasa sesak..masih terasa berat….masih terasa menyakitkan …apabila saya mengingat saya harus berpisah dengan orang yang saya sayangi…….namun semua kesedihan itu sirna ketika saya kembali mengingat semuanya saya lakukan karena Allah…..semua saya lakukan karena saya tidak mau cinta yang merupakan anugerah terindah dari Allah ini menjadi haram dan menjadi ladang dosa bagi saya dan bagi paundra yang saya cintai…..

Allahu akbar….allahu akbar..allahu akbar….takbir itu selalu saya suarakan dengan suara lirih ketika perih kembali saya rasakan…….dan pagi ini…sembari menuntun jari jemari saya untuk membuat tulisan ini…saya bernyanyi pelan……

“Selalu denganMu…..kasihku slamanya…selalu denganMu…..cintaku bersama…tahukah kau diriku tak sanggup hidup bila Kau jauh dariku…..kuingin…dipelukMu…..slalu……”

lagu dari penyanyi jazz favorit saya ini benar benar menggugah semangat saya….. ^o^/…..saya akan menyerahkan cinta dan kasih sayang saya kepada Allah….saya ingin berada dipelukan Allah…..selalu…selamanya….dengan begitu ketika saya merasa sakit karena terkenang oleh cinta yang lain…Allah akan memeluk saya dan menghilangkan segala duka lara di hati saya……dan bila saya menjauh dai Nya…..maka bernarlah…..”diriku tak sanggup hidup bila Kau jauh dariku….”…….benarlah bahwa saya pasti tidak akan sanggup….pasti saya akan menjadi hambaNya yang lemah…penuh tangis…penuh luka..merasa sangat menderita….merasa sendiri…….. 😦 …n saya benar benar tidak akan sanggup jauh dariNya……

La haula wala kuwwata illa billah……

Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah

Lalu bagaimana saya dengan paundra saat ini?alhamdulillah….kami masih menjalin silaturahim dengan baik…alhamdulillah kami tetap bersahabat walaupun tidak legi menjalin cinta…..alhamdulillah kami memutuskan untuk tidak lagi bersalaman ketika berjumpa sampai tiba saatnya kami menjadi halal di mata Allah….alhamdulillah kami memutuskan untuk menjadikan Allah cinta sejati kami berdua…dan Alhamdulillah kami masih diberi kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri…sehingga kami dapat saling mengingatkan dalam hal kebaikan…


“Orang orang beriman….laki laki dan perepmpuan,satu sama lain saling melindungi,mereka sama sama menyuruh kebaikan dan melarang kemungkaran,menirikan shalat,menunaikan zakat,maentaati Allah dan rasulNya.ALLAH menyayangi mereka (At.Taubah:71)