#ChapterPatahHati

Image

Sebagaimana gadis gadis seusia saya di luar sana, saya pun pernah mengalami chapter ini. chapter dimana dunia serasa runtuh dalam sepersekian detik, menghancurkan hati hingga berpuing puing, meledakkan amarah hingga nyerinya menyambar seluruh lapisan urat nadi. Nada nada indah dari lagu lagu percintaan yang biasanya menarik untuk didengar tiba tiba menjadi dentuman dentuman symphony yang memekakkan gendang telinga. Nafas terasa sesak, lutut kaku hingga langkah runtuh tak mampu lagi menjejak tanah dengan sempurna. Nafsu makan hilang hanyut bersama dengan derasnya untaian air mata yang entah kenapa sulit untuk berhenti mengalir meski sudah dibendung dengan ribuan helai tissue.

Pada chapter ini, sebenarnya yang dibutuhkan saya dan gadis gadis seperti saya tidak banyak dan tidak muluk muluk. Biasanya ketika berada pada chapter ini saya hanya ingin sendiri, saya ingin berbaring di tempat tidur selama yang saya bisa, saya ingin secangkir kopi, beberapa batang cokelat atau beberapa cup ice cream, saya ingin menonton televisi hingga bosan, ingin meratapi malam dengan murung hingga mata saya berkantung, saya ingin berteriak sekuat tenaga di tepian jurang yang bisa menggaungkan teriakan saya, ingin menyelamkan diri ke lautan untuk menari bersama ikan, membenamkan diri di tengah hujan agar air mata saya tersapu rintiknya, dan yang paling sederhana dari sekian banyak “ingin” ini adalah,..saya ingin ada pelukan seorang sahabat.

Pada chapter ini, ketika pelukan sahabat itu datang, cerita demi cerita mengalun seperti seonggok beban yang saya pikul sedikit demi sedikit saya pindahkan ke pundaknya untuk kami pikul bersama. Atau kadang sahabat mampu membuat beban itu tak lagi berat, sehingga tak lagi menjadi beban. Terkadang pula, seorang sahabat mampu mengubah tangisan saya menjadi tawa yang meledak ledak. Padahal, yang dilakukannya tidak banyak. Yang dilakukannya hanya memeluk dan menjadi pendengar yang baik.itu saja.

Namun sayangnya..,pada chapter ini,pelukan sahabat tak selalu ada. Entah sedang dengan kesibukannya, atau mungkin sedang berkecamuk pada chapter yang sama. Atau kadang, sahabat ada, namun saya merasa tidak mampu untuk berbagi cerita dengannya. Antara malu, sungkan, dan mungkin memang tidak tahu harus bercerita darimana. Pada chapter ini dan pada saat seperti ini, ketika sahabat tak ada, tiada lain yang bisa saya jadikan tempat bersandar selain Dia.

Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir ( QS. Ali Imran.173)
“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”

Dia selalu ada untuk saya, Dia Maha Mendengar semua keluh kesah saya meski tak ada satu katapun terucap.  Dia Maha Tahu apa yang saya rasakan dalam chapter ini. Dia Maha Menenangkan segala gundah gulana yang saya rasa. Dia Maha Pengasih, dan dengan kasihNya membawa saya ke dalam pelukanNya, membisikkan kepada saya bahwa Dia membawa saya ke dalam chapter ini untuk sementara, tidak lama.., Dia hanya sedang rindu kepada saya, Dia hanya ingin saya kembali mengingatNya, Dia ingin saya tahu bahwa Dia selalu ada untuk saya, Dia membiarkan saya merasakan luka untuk kemudian menyiapkan obatnya. Dan Dia meyakinkan saya bahwa tidak ada lagi yang perlu dikhawatikan ketika Dia ada. Dialah sebaik baik pelindung, sehingga hanya kepadaNya-lah saya mampu memohon perlindungan dan pertolongan.

“a brand new day has come, The rainbow has appeared after the violent storm, The flowers has bloom after freezing winter, and the wounded heart has healed after it broken.”

Pada akhirnya saya tahu,..Chapter ini tidak perlu dihindari karna ini adalah bagian dari proses pendewasaan diri. Tidak pula chapter ini perlu diulur ulur hingga kita tidak mampu beranjak pergi dan tenggelam dalam frustasi. Chapter ini hanya perlu dilewati dengan baik, dengan kepercayaan penuh bahwa Allah itu ada untuk kita. Siapapun yang berhasil melewati chapter ini, adalah pribadi yang mampu melewati satu tahap ujian dariNya,  pribadi yang akan menjadi lebih kuat dan tangguh dari sebelumnya, dan pribadi yang insyaAllah lebih baik jika ia mampu mengambil hikmah dari chapter ini dan mampu kembali kepada Yang Maha Menciptakan Chapter ini dan chapter chapter lain dalam hidup ini. Chapter yang tentunya jauh lebih indah dari chapter ini. Chapter yang tidak menyakitkan. Chapter yang penuh kebahagiaan dan keindahan di dalamnya. Chapter yang dijanjikanNya bagi orang orang yang bersabar.

Sahabatku, jika saat ini kamu masih terus sedang berada pada chapter ini. Let it go, mari sini saya peluk, dengarkan saya, sebaiknya kamu akhiri chapter ini sekarang, be strong! , tersenyumlah seperti matahari pagi tersenyum kepadamu, dan mari move on . ada chapter lain yang menunggumu di depan sana. :”)