Dear Ibu,..

Dear Ibu..,
Malam ini..,menginjak tahun ke tujuh aku hidup di ranah rantau,…ditengah segala rutinitas dan kesibukanku,..di antara detak jarum jam dinding yang tak pernah berhenti mengalun…entah kenapa tiba tiba teringat beberapa hari lagi adalah hari Ibu, dan sekaligus hari ulang tahun Ibu dan entah kenapa kali ini aku pengen mengucapkannya melalui secarik surat..

Bu… usiaku kini dua puluh dua tahun sudah.., aku bukan lagi gadis kecil Ibu yang Ibu sisir rambutnya ketika seusai mandi…, aku bukan lagi gadis kecil Ibu yang manangis saat bonekaku diambil teman…aku bukan lagi gadis kecil Ibu yang takut sendirian di rumah …kini…beragam kota aku lewati sudah.., dan berbagai macam orang dengan karakteristiknya mulai aku pahami..,namun sungguh tak ada yang menandingi kehebatan dan keluar biasaanmu, Ibu..
Bu.., terimakasih yah,,..atas semua kepercayaan yang Ibu berikan kepada aku..,di saat orang orang lain mencibir dan mmempengaruhiku untuk tetap tinggal bersama ibu karna aku perempuan…Ibu adalah orang pertama yang mendukung aku untuk merantau,..Ibu orang pertama yang menyetujui kemanapun aku pergi.., terimakasih Ibu percaya bahwa aku bisa menjaga diriku dengan baik..sama seperti bagaimana Ibu menjagaku di waktu kecil dulu….

Bu.., terimakasih yah…selalu mendukung semua kegiatan yang aku suka…, ketika beberapa temanku bilang pengen ini…pengen itu…dan Ibu mereka melarang. Ibu sama sekali tidak pernah melarang aku untuk melakukan yang aku suka. Ibu selalu total mendukung aku, sampai aku jadi siswa teladan…, aku jadi Ketua Osis, aku menang lomba debat bahasa Inggris, aku jadi calon Presiden Mahasiswa di kampus, aku ikut karate, aku ikut paduan suara, bahkan sampai aku kuliah di jurusan teknik elektro…, ibu selalu mendukung,,,ibu tidak pernah bilang tidak boleh.., Ibu selalu jadi orang di deretan terdepan yang setia menyatakan dukungannya kepadaku.., sampai akhirnya aku bisa merasakan keliling Indonesia dengan usahaku sendiri, itu pun karna dukungan Ibu…,

Bu…, terimakasih yah…, Ibu selalu jadi obat terdahsyat ketika aku terbaring lemah di rumah sakit.., ketika dokter bilang aku harus operasi ini itu…ketika dokter bilang aku harus rawat inap…minum obat ini,,,harus suntik itu…, ibu selalu datang di sebelah ranjang pasien tempat aku dirawat.., ibu genggam tanganku dan saat itu seolah semua rasa sakit yang aku rasakan menjadi berkurang…, magic memang…tapi begitulah aku merasakan kekuatan kasih sayang Ibu…
Bu…,maaf yah kalau beberapa kali aku pernah menyakiti hati Ibu…,entah karna ucapan atau perbuatanku.., beberapa kali membuat Ibu marah…beberapa kali membuat Ibu kecewa…, membuat Ibu menangis,,sungguh apabila waktu bisa diputar kembali…rasanya ingin mengulang saat saat dimana aku membuat ibu sedih,,,dan aku akan berusaha menghindarinyaa..

Bu,,,maaf yah..kalau waktuku untuk ibu kini tak sebanyak dulu…,kini aku menghabiskan Senin sampai Jumat untuk bekerja siang dan malam…dan Sabtu Minggu untuk melanjutkan kuliah…, sampai sampai untuk sekedar mengirim sms kepada Ibu mungkin hanya bisa satu bulan sekali….ah!jahatnya aku..
Bu.., maafin aku yah…kalau aku jarang pulang….tahun lalu hanya sempat dua kali pulang dalam setahun…bukan karna aku ga kangen atau ga pengen ketemu Ibu,…tapi karna memang aku nyaris tak pernah punya hari libur bu…,
Bu…, sekalipun aku jarang sms Ibu…jarang telpon Ibu,..dan jarang pulang untuk ketemu Ibu…, percayalah Bu.., doa aku untuk Ibu selalu aku panjatkan di setiap aku mengingat Ibu…, diwaktu pagi…dikala siang…dipenghujung malam…, doaku semoga Allah memberikan limpahan rizki kepada Ibu…

Robbigh firli waliwali dayya warhamhuma kama robbayani shoghiro
“Ya Allah ampunilah aku dan kedua orangtuaku dan kasihanilah mereka berdua sebagaiaman mereka telah mendidikku diwaktu kecil”

Bu…., beberapa hari lagi usia Ibu 47 tahun sudah..semoga Ibu sehat selalu… semoga Allah melindungi Ibu dalam setiap langkah Ibu…,semoga sisa umurnya berkah yah bu…, semoga sinar Ibu selalu menerangi orang orang di sekitar Ibu, semoga selalu menorehkan prestasi prestasi tanpa henti.., semoga selalu mengembangkan senyum..,dimanapun kapanpun.Amin.

Jakarta, Desember 2011
Peluk sayang dari jauh untuk Ibu

Anakmu.

NB:Tulisan di atas dan surat cinta untuk Mama yang lain dapat dilihat di buku #DearMama ke-7 yang bisa kalian dapatkan di @nulisbuku / nulisbuku.com / http://dearbooksproject.wordpress.com/

Iklan

9 thoughts on “Dear Ibu,..

  1. ehmmmm…!!! betul2. tidak peduli seberapa dewasa kita, ibu selalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan kita tapi tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s