Tuna Rungu TIDAK Tuli!!

Pagi itu saya menatap seseorang dengan mengrenyitkan dahi, orang itu adalah sahabat saya, namanya Yohanes. Yohanes adalah salah satu sahabat saya di tempat kerja saya, dia seorang nasrani taat, yang menurut saya sangat menghargai saya sebagai muslim, dia teman kerja yang menyenangkan, dia selalu membuat saya tertawa, dan setelah hari ini, saya benar benar setuju bahwa Yohanes jauh dari sekedar “baik hati”, dia lebih cocok disebut, “sangat baik hati sekali”.

Yohanes pagi itu, sudah duduk di meja kerjanya sebelum jam kerja dimulai. Dia membuka sebuah buku kerohanian kristen, kemudian setelah membaca beberapa paragraf, dia nampak mengalihkan pandangan lurus ke depan, lalu dia memonyong monyongkan bibirnya tanpa suara, sambil menggerak gerakkan kedua tangannya kesana kemari.

Sepakat! bahwa pagi itu, saya menganggap Yohanes bertingkah aneh. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengajaknya mengobrol.”Yohan…kamu ngapain sih?aneh banget”…lalu dengan tenang dia menjawab “aku lagi latian bahasa isyarat..”.saya pun menyahut “hah??buat apa??”…kemudian Yohan pun bercerita, bahwa saat ini dia tengah punya kesibukan lain di luar jam kerja, dia mengabdikah dirinya untuk menjadi voulenteer bagi anak anak tuna rungu, di sana dia memberikan anak anak tuna rungu itu pendidikan moral dan agama. Yohanes menuturkan, bahwa ternyata, anak anak tuna rungu di Indonesia memiliki tingkat pendidikan moral yang rendah, karena keterbatasan yang ada pada diri mereka. Ada anak anak tuna rungu yang melakukan freesex , dan nyatanya mereka kukannya dengan senang hati, karena mereka tidak tahu bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah.

Yohanes prihatin dengan semuaΒ  itu, dan mencoba menjadi sahabat bagi para tuna rungu itu. Sungguh mulia apa yang dilakukan Yohanes ini, di sela sela kesibukannya bekerja siang malam tanpa kenal lelah, dia masih menyempatkan waktu untuk membimbing anak anak tuna rungu.

Satu hal yang saya petik dan masih tergiang di telinga saya hingga sekarang ketika pagi itu Yohanes berkata “merekaΒ  memang tuna rungu, tapi mereka mau mendengarkan, ketika aku kasih tahu mereka bahwa apa yang mereka lakukan itu salah, mereka tidak akan mengulanginya,mereka mau memperbaikinya. Mereka jauh lebih baik daripada orang orang yang memiliki pendengaran yang normal, tapi tuli hatinya.tidak mau mendengarkan masukkan orang lain, menutup diri dari nasihat nasihat yang baik, dan bersikeras menjadi pribadi yang tidak mau berubah. “

“Bermata tapi tak melihat…..Bertelinga tapi tak mendengar
Bermulut tapi tak menyapa……Berhati tapi tak merasa”

– B I M B O –

Semoga kita terhindar dari hal-hal sedemikian
Semoga kita menjauh dari sifat sedemikian

Jangan sampai kita yang sudah diberi kesempurnaan panca indera, justru menjadi tidak lebih baik daripada mereka yang penuh keterbatasan. πŸ™‚ . Yeah.,,,mereka memang tuna rungu…tapi mereka tidak tuli.

nb: gambar diambil dari detikhealth

Iklan

8 thoughts on “Tuna Rungu TIDAK Tuli!!

  1. *Mereka jauh lebih baik
    daripada orang orang yang memiliki pendengaran yang normal, tapi tuli hatinya
    Setuju bgt, kita ga pernah nyadar krn sering memandang sbelah mata

  2. Terima kasih telah di ingatkan tentang fungsi telinga,
    memang sering kali saya suka melupakan apa yang pernah saya dengar.
    Semoga kedepannya saya bisa menjaga telinga, mata dan indra lainnya.

    #OOT, ada yang baru tho di form komentar..hehe

  3. semakin hari banyak orang yang tidak mendengar kebaikkan ya ……
    mereka semakin jauh dari rasa malu
    semoga kita termasuk dalam orang yang tidak tuli ….. 😳

  4. 1 cara untuk menjaga fungsi telinga adalah membiasakan mendengar hal-hal baik, jangan menipu hati nurani dengan penalaran yang salah dengan berpikir apa yang kita masukan kedalam pikiran melalui indra-indra kita adalah hanya sebagai “HIBURAN”, padahal kita tahu itu salah…
    thanks indah…
    kok ga pernah sms lagi?
    sekarang no hpku dah balik lagi yang baru…
    08979474000
    081327480141
    021-92973135
    semoga indah terus indah hidupnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s