Gadis Pelangi di Negeri Lampion Ungu

Dia adalah gadis pelangi, gadis cantik yang hidupnya selalu penuh warna dan keindahan. Semua yang memandangnya pasti takjub, sebagaimana ketakjuban terhadap sang pelangi.

Gadis ini tinggal di Negeri Lampion Ungu. Ya, diantara warna warna pelangi yang ada, gadis ini memilih untuk mencintai warna ungu, dan tinggal di negeri lampion ungu. Disana dia menari, disana dia menari, disana dia mencari jati diri, dan disana dia menulis beribu puisi.

Ya..ungu,sebuah warna yang merupakan kombinasi biru dan merah, oleh sebab itu warna itu bersifat  hangat sekaligus  sejuk … seperti gadis itu, saya dan dia belum pernah bertemu, namun kehangatan pelukannya dalam silaturahim ini benar benar bisa saya rasakan. Dan secarik puisi darinya pagi itu, benar benar menyejukkan hati saya.

 

.indahnya pagi.

by. Khadijah Auliaur Rohmaani


Pagi ini. Menjadi pagi yang berbeda.

Pagi yang lebih syahdu. Pagi yang lebih penuh syukur.

 

`Ya, aku mencintaimu, saudariku.

Seberapa pun jauh jarakmu padaku.

Tanpa pernah bertatap muka atau apa pun kita.

Hanya berbilang hari, hati berbicara.`

 

Lama, aku menyimpan tangisku sendirian.

Lama, aku menahan air mataku berlinangan.

Namun kini, pagi ini,

semua terurai tanpa ada lagi pertahanan.

 

`Ya, ini karenamu. Tulisan-tulisanmu.

Aku sungguh mencintaimu.

Menyayangimu tanpa sekat.`

 

Beberapa hari lalu, sepercik kesadaran membayangi hati.

Ketakutan berdiri di dunia akhir nanti,

mempertanggung jawabkan segalanya tanpa pengawalan.

Benar-benar sendiri. Sebatang kara.

Tak akan ada pertolongan lagi.

 

`Dan kamu, menggenapkan semua itu.`

 

Aku cemburu. Aku merasa iri hati.

Kepada kesucian hatimu untuk terus mencintai,

pada apa-apa yang memang seharusnya ditinggikan.

 

Membaca kegigihanmu, membaca keinginanmu,

membaca segala keterbatasan lingkunganmu,

yang nyatanya, tak pernah menyurutkan langkahmu,

untuk berbicara, memahami, dan mengagumi ayat-ayat-Nya.

 

`Ya, aku sungguh cemburu kepadamu.

Menginginkan keteguhan itu kupunya dalam hatiku,

menguatkan seluruh azzamku.`

 

Aku mengenal semua itu bahkan sebelum aku bisa membaca,

aku memahami lantunan indah itu bahkan ketika belum lancar bicara,

aku hidup dalam lingkungan yang selalu menjaga panji-panji itu,

aku selalu bergandeng tangan dengan religiusitas itu,

tapi lihat hatiku! Belum mampu semua meresap mendarah daging!

Kerdil sekali hati ini untuk mau belajar dan mendalami segala suci.

 

`Ajari aku, Kak. Ajari aku.

Dengan semua upayamu itu.

Injinkan aku, Kak. Ijinkan aku.

Mencintaimu dengan kekerdilan hati ini.`

 

Semoga, ini tak sekedar keharuan sesaat yang palsu.

Semoga, hati ini mampu lebih murni untuk menggenggam kewajiban.

 

`Allahy, persaudarakan kami di dunia akhirmu.

Pertemukan kami di dunia fana ini.

Sampaikan seluruh doa dan cintaku padanya,

yang ada di seberang pulau dengan senyuman indahnya,

dengan semangat dan keceriaan jiwa raganya.

Percantik kami, dengan Keindahan yang selalu Kau punya.`

Allahumma Amiin.

 

nb : terimakasih atas puisi yang indah ini, saudariku… semoga silaturahim kita senantiasa terjaga..amien,..

Iklan

18 thoughts on “Gadis Pelangi di Negeri Lampion Ungu

  1. Meski lautan menganga,memisahkan,
    meski cakrawala membentang,memisahkan,
    tapi ukhuwah..yaa ukhuwah yang mempersatukan kita.

    Saudariku, tidak ada yang bisa mencabik-cabik kita,sepanjang ayat-ayat-Nya menghiasi hati dan pikiran kita,lihatlah hamparan yang memisahkan kita,disitu sangat jelas tergambar ayat-ayat-Nya.

    lihatlah ayat-ayat-Nya dalam setiap helaan nafas kita,dalam setiap langkah kita,dalam setiap aliran pikiran kita,lihatlah hamparan cakrawalah yang begitu indah,
    indah.. karena DIA menciptakannya dengan penuh kasih dan cinta.

    Saudariku di negeri lampion,
    tidak ada keceriaan yang hakiki,
    selain yang datang dari-Nya,
    tidak ada keindahan abadi selain yang datang dari-nya,tidak ada kepalsuan yang datang dari-Nya.

    tidak ada kemungkaran dan fitnah,
    yang mampu melawan ayat-ayat-Nya,
    tidak ada kekuatan yang mampu menyusupi-Nya,
    lihatlah tsunami, merapi,dan akibatnya,
    sebagai bukti nyata akan kekuatan lembaran ayat-ayat-Nya,tidak ada kekuatan yang mampu menandingi-Nya.

    saudariku,bersandarlah hanya pada-Nya,
    perkuat ukhuwah, jangan mau difitnah,dipecah belah,kita lemah karena kita gampang dihasut,
    jadikan ayat-ayat-Nya menjadi lantunan indah kita.Perkuat ukhuwah, bangun silaturrahim..
    tidak ada gunanya kita banyak, tapi terpecah-belah.

    Saudariku, dalam kesendirian kita,
    dalam keterasingan kita,
    DIAlah..Allah yang menemani kita,
    DIAlah yang menjadi penerang kita,
    DIAlah lampion indah kita.

  2. Benar-benar puisi yang indah. Seorang sahabat yang mampu menguatkan
    Terima kasih atas sebuah puisi yang indah ini, salam kenal kepada gadis pelangi itu dan pemilik blog ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s