Kenapa saya harus berlari???

Sosok itu, sosok yang tidak saya kenal sebelum hari ini datang. Tiba tiba hari ini seorang kawan membawa saya bertandang ke tempat sosok itu berbagi hikmah yang menginspirasi banyak orang.

Sosok itu berbicara tentang berlari…sesuatu yang tentunya saya fikirkan setelah mendengar kata berlari adalah “letih….” …. oh…. kenapa saya harus berlari kalo dengan berjalan saja saya bisa sampai ke tujuan saya??ah,,,bukankah akhirnya toh sama saja? Bukankah akhirnya saya berhasil FINISH juga? Lalu kenapa berlari? Kenapa harus ngoyo? Kenapa tidak dengarkan saja kebiasaan lama yang sudah terpatri di negeri ini..alon alon asal kelakon….(pelan pelan asalkan terlaksana)…ah…Sosok itu…membuat saya tidak mengerti, kenapa sosok itu memilih berlari…bahkan sosok itu berlari walau tertatih….entah kenapa sosok itu seperti itu….

Esok harinya, saya berjalan dengan santai dari tempat tidur saya menuju ke kamar mandi, masih dengan malas, saya berjalan santai menyiapkan susu untuk saya sarapan pagi ini. Dengan berjalan santai pula saya berganti pakaian, mengenakan kemeja kerja saya. Kemudian sepintas memperhatikan teman teman saya yang lain. Mereka semua telah siap berangkat bekerja, dan saya belum. Ah, biarkan saja..santai saja. Masih dengan berjalan pelan, saya merapikan barang barang saya, memasukkan notebook ke dalam tas punggung saya, kemudian memakai jilbab saya dan merapikannya dengan sebuah pin dengan warna senada. Saya keluar kamar, memandang sekeliling dan menyadari bahwa teman teman saya telah berangkat terlebih dahulu.

Dengan malas saya mengunci pintu rumah kontrakan, lalu menyusuri jalan gang untuk menuju ke jalan raya. Matahari membasahi telapak tangan dan wajah saya. Begitu hangat dan begitu menyengat. Membuat saya tersadar bahwa ini sudah hampir pukul delapan. Kemudian saya menyeberang jalan raya dan menunggu angkutan umum jurusan Pasaraya –TelukBayur yang akan membawa saya ke tempat kerja saya. Angkutan umum itu berjalan begitu pelan, menusuri sepanjang jalan seberang Padang, melintasi Perumahan Cendana, dan akhirnya sampai di Jalan Rawang sebelum akhirnya memasuki kawasan Teluk Bayur. Jalan Begitu ramai, apalagi jalur angkutan kota melintasi pasar tumpah yang membuat jalan menjadi agak tersendat.

Dua puluh lima menit berlalu, akhirnya saya sampai juga di tempat kerja saya, saya memandang jam tangan saya, dan mulai gelisah karena saya sudah terlambat terlalu lama. Ketika saya memasuki ruang kerja saya, rekan rekan yang lain sudah tenggelam dalam kesibukan masing masing. Sedangkan saya baru saja menapakkan kaki di ruang itu, masih saja sibuk dengan membasuh peluh yang membanjiri kening saya.

Pagi itu membawa memory saya terputar ke tulisan sosok itu tentang berlari. Ah! Kemarin saya benar benar terlalu angkuh untuk mempertahankan ego saya. Tapi pengelaman hari ini membuka mata saya. Ternyata apa yang sosok itu katakan memang benar….Yah,,,,,,walaupun memang benar baik berjalan ataupun berlari, toh sama sama kan sampai pada tujuan yang dituju. Namun perbedaannya, adalah mengenai kualitas pencapaian tujuan itu. Ketika saya berjalan dan orang lain berlari. Tentunya mereka yang berlari itulah yang menang, sedangkan saya hanya akan menjadi sosok yang kalah, sosok yang terlambat, sosok yang mencapai hasil yang tidak lebih baik dari orang yang berlari.

Pelajaran hari  memang hanya sekedar pelajaran mengenai keterlambatan kecil, namun dari perlajaran kecil ini, saya memetik hikmah yang begitu luar biasa, dari sesuatu yang kecil ini, saya belajar untuk menerapkanmnya pada hal hal besar dalam perjalanan hidup saya nantinya. Dengan pencerahan dari Sosok itu…. dan dengan pengalaman ini, tidak ada alasan lagi untuk tetap “berjalan”..sehingga hari ini  saya dengan lantang mengatakan bahwa..
“ saya akan berlari…..berlari untuk meraih..apa yang ingin saya raih….kendati saya harus tertatih… dan berteriak dalam pedih…..”


Terimakasih banyak kepada sosok itu, atas inspirasinya…dan maafkan kesombongan saya yang sempat pernah mengacuhkan “berlari”…..  Semoga sosok itu dapat terus menebar kebaikan untuk orang orang di sekelilingnya…amien,,, 🙂

 

 

yeah…. keep running!! “The future belongs to those who prepare for it today”!!

Iklan

27 thoughts on “Kenapa saya harus berlari???

  1. Hmm.. sosok itu, sosok yang penuh semangat 🙂 melihat inspirasi puisi itu dan pengalaman Indah yang telat datang di kantor, membuat puisi itu menjadi sangat berarti.Indah seperti kena cemeti dari penggalan puisi itu.

    Maaf loh,Bang Aswi 🙂 saya hanya melihat dari sisi yang berbeda.

    Hubungan puisi itu dengan antusiasme Indah,adalah karena puisi itu datang pada timing yang tepat.Di saat Indah butuh inspiring dalam suasana hati Indah yang gunda gulana dengan kesalahan kemarin,maaf loh Ndah 🙂

    Jadi menurut saya,”untuk meraih apa yang ingin diraih”,tidak cukup hanya dengan berlari 🙂 untuk suatu pencapaian,dibutuhkan 6 strategi: 1.Timing yang pas.2.Perhitungan Jarak sasaran.3.Kecepatan/speed (berlari),4.Kebulatan tekad (fokus).5.Ketepatan sasaran.dan 6.Tentu saja doa.

    Sebab cepat belum tentu tepat sasaran loh 🙂 tentu saja timingnya dengan pengalaman Indah merupakan pengecualian 🙂

    Maaf loh,saya berharap komen ini hanya menjadi pembanding,tentu saja agar mendapatkan karya yg lebih inovatif dan proporsional nantinya 🙂 dan semoga komen ini tidak mempengaruhi penilaian atas tulisan Indah,dalam lombah kuis bang aswi.

    Semoga lombahnya berlangsung lancar dan tentu saja Sukses buat Indah 🙂

  2. berlari menunjukkan semangat dan optimisme, tapi ingat dalam berlari kita perlu kehati2an, jangan sampai karena keterburuan, membuat semua yang ingin kita capai justru tidak tepat sasaran.. 🙂

    sukses di kontes ini ya Ndah.. 🙂

  3. Ping-balik: Kehangatan Kasih Sayang di Dunia Maya « Kehangatan Kasih Sayang

  4. semakin seirng kita berlari maka otot jantung dan otot kaki kita semakin kuat… jadi semakin banyak berlari bukan keletihan yang kita dapatkan tapi kebugaran dalam menghadapi tiap permasalahan ini.
    ehm… Mbak dapat tali asih dari pak Dhe… segera ditindak lanjuti..
    salam

  5. Selamat pagi sahabatku
    Saya datang untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
    Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin

    Saya juga menyampaikan kabar gembira bahwa sahabat mendapatkan tali asih berupa sebuah buku dari manajamen BlogCamp Group atas partisipasi anda dalam kuis di NewBlogcamp.

    Silahkan cek http://abdulcholik.com/2011/02/11/buku-dari-mahkota-dewa/

    Silahkan mengirimkan nama dan alamat untuk pengiriman tali asih tersebut.

    Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Salam hangat dari Markas BlogCamp di Surabaya

  6. berlari… tapi kadang kita mesti berhenti sejenak menghela nafas, dan agar jangan sampai ada hal terindah yang terlewat karena kita berlari terlalu cepat…

    _salam kenal 🙂 _

  7. Hatur nuhun atas partisipasinya ya, Indah. Semoga pelarian itu memberi manfaat meski letih. Jika sudah lelah, istirahatlah sejenak hingga memiliki kesempatan untuk berlari lagi ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s