Ketika Ajal Mendekat

2 Februari 1989 19:07 , @Rumah Bersalin Bidan Sanyo

Seorang bidan bernama Cik Sanyo terkesima manakala seberkas cahaya terpancar dari seorang ibu muda seusai proses persalinannya yang berlangsung normal itu. Ibu muda itu mengusap peluh dan tersenyum ke arah bayi mungilnya. Suara tangisan bayi itu membahana diiringi gema adzan yang dikumandangkan sang ayah. Suasana yang penuh haru, jihad fisabilillah seorang ibu dilalui dengan persalinan normal. Merengkai kalimat takbir tiada henti dari sepasang suami itu.

2 Februari 2011 00:00 , @Padang Sumatera Barat

Saya masih terjaga ditemani dering handphone saya yang tak kunjung usai. Beberapa teman menelefon dan mengirimkan pesan singkat untuk sekedar memberikan ucapan selamat dan menyertainya dengan rangkaian doa doa yang indah penuh makna…Saya tersenyum, dan sesekali bulir air mata mengalir karna tak terbendung lagi di kelopak mata indah saya. Saya terharu atas perhatian dan kasih sayang yang diberikan teman teman, sanak,saudara, kerabat,sahabat yang mengingat hari bersejarah dalam hidup saya ini.

Hari ini,,tanggal dua..bulan dua..usia saya genap dua puluh dua tahun. Mengingatkan saya akan perjuangan ibunda saya dua puluh dua tahun yang lalu yang sangat luar biasa. Tanpa perjuangan beliau.,tidaklah mungkin saya ada di dunia ini. Hari ini pula, sekaligus menjadi pengingat saya, bahwa jatah umur saya telah berkurang satu tahun. Ibarat berjalan di titian panjang,,langkah saya semakin mendekati akhir titian itu. Hari ini mengingatkan saya bahwa saya tengah berjalan mendekati ajal saya.

Ya Allah….saya tidak tahu kapan hari itu akan tiba,,saya tidak tahu berapa hari ,berapa bulan atau berapa tahun lagi sisa umur saya di dunia ini. Yang saya tahu, hari ini saya sangat bersyukur karna Allah masih mempercayakan titipan nafas ini kepada saya. Dan hari ini, saya berharap, ketika suatu hari Allah mengambil titipan nafas ini, saya menyambutnya dengan gembira, ketika Izrail menjemput saya, saya ingin merangkulnya dengan senyum tulus dari hati saya karna ia mencabut nyawa saya dengan penuh kelembutan, ketika saya berjalan menuju singgasana Allah Yang Maha Agung, saya ingin mempercepat langkah saya, agar bisa segera menenggelamkan diri dalam pelukan Allah dan membisikan kepada Nya.. “Terimakasih telah memanggil saya kembali ke sisi-Mu Ya Allaaah..”

Isy karima aumut syahidan….Ya Allah..ingin sekali saya merengkuh kalimat itu…ingin rasanya saya menjadi hambaMu yang terpilih untuk mendapatkan tempat terindah di sisiMu ketika habis sisa umur saya nanti…..Semoga dengan mengetahui bahwa sisa umur saya telah berkurang…ajal saya semakin dekat,,, saya bisa lebih banyak memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk terus memperbaiki diri…

اللهم اجعل خير عمري أخره و خير عملي خواتيمه و خير أيامي يوم لقائك

Allaahummaj’al khayra ‘umrii aakhirahu wa khayra ‘amalii khawaatiimahu wa khayra ayyaamii yawma lliqaa’ika

“Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan (jadikanlah) sebaik-baik hariku yaitu hari ketika aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat)” Amien…amien…Ya Robbal Alamin…

with love

indahnyahidupku

 


*Demikianlah hari ulang tahun ini menjadi pengingat saya bahwa ajal saya sudah dekat, demikianlah saya menutup muhasabah kecil di hari yang indah ini, masih dengan memandang layar handphone saya dan  juga dinding facebook saya yang dipenuhi oleh ratusan doa….Semoga malaikat mengamini doa doa dari sahabat sahabat sekalian…semoga Allah memuliakan orang orang yang selalu mendoakan saya dalam kebaikan seperti sahabat sahabat semua….amien…..

Iklan

13 thoughts on “Ketika Ajal Mendekat

  1. Dear Indah Kusumaningrum yang manis ^^

    Happy Milad ya Ndah ^^
    semoga di sisa umur yang tersisa menjadi umur yang berbarokah, semoga Indah selalu menjadi perempuan yang disayangi Allah, orang tua, saudara dan orang sekitar 🙂

    Amiiinn…

  2. Meski saya bukan yang pertama mengucapkan Selamat Ulang Tahun, tapi setidaknya saya mengucapkan padamu kata itu. “Selamat ulang tahun untuk Indah Kusumaningrum”. Semoga di sisa harimu yang terus berkurang itu selalu indah seperti namanya. Amin..

  3. The special day (Dalam renungan).

    Hari itu,Hari ke-dua
    pada bulan ke-dua
    pukul tujuh zero tujuh
    di sambut adzan isya
    dua puluh dua tahun silam

    Tangis mungil itu
    pertama kalinya
    membahana diiringi
    gema adzan Ayah tercinta

    Seiring senyum bahagia Ibu
    selepas jihad fisabillah beliau
    tangis itu membahana memecah
    alam maya pada ini

    Dan kini,hari ini
    hari ke-dua bulan ke-dua
    tepat pukul zero zero
    di keheningan malam

    jiwa ini disertai senyum
    dan buliran air mata bahagia
    merenungi perjalanan hidup ini
    yang terasa sangat singkat

    Dengan suara lirih
    disertai butiran air bening
    mengalir di pipi ranum ini
    dengan isak tertahan penuh haru

    Kesadaran ini..berucap
    Ya Allah.. dua puluh dua tahun sudah
    jatah umur ini berkurang
    entah tersisa berapa tahun lagi

    Hanya doa yang bisa aku panjatkan
    ya Allah..jadikan aku menjadi hamba-Mu
    yang terpilih untuk tempat
    terindah di sisi-Mu
    di bait-bait sisa umurku

    “Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku
    pada ujungnya dan sebaik-baik amalku
    pada akhir hayatku, dan (jadikanlah)
    sebaik-baik hariku yaitu hari
    ketika aku bertemu dengan-Mu
    (di hari kiamat)”

    Dan jadikan hari-hariku
    menjadi hari-hari yang indah
    dalam setiap tahun sisa umurku
    (dalam rahasia-Mu)
    yang Engkau jatahkan untukku.

    Amien…amien…Ya Robbal Alamin…
    (Dalam Sudut Pandang Indah).

    Happy Milad ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s