“Saya tidak menulis karna saya tidak punya inpirasi”

What a looooong title….!!!

itu yang ada di benak saya ketika jari jemari saya dengan lincahnya menuliskan judul tulisan ini.

Dengan mata terpicing ke monitor komputer kantor yang saya pinjam di sela sela jam istirahat, saya berusaha memecah konsentrasi antara menulis dan menanyakan pada hati nurani saya tentang hal ini.

Lama sudah saya terpaku, lama sudah saya membiarkan diary saya ini terlantar tanpa untaian kata – kata seperti yang dulu sering saya curahkan ketika sesuatu terjadi pada hidup dan kehidupan saya.

Benarkah saya tidak menulis karna sibuk?ataukah saya hanya sekedar “sok” sibuk?atau saya sudah kehilangan kemampuan menulis?atukah benar bahwa saya tidak punya inspirasi sehingga saya tidak mampu menulis apa apa lagi?

Beberapa pekan sudah saya tenggelam dalam kesibukan dalam pekerjaan baru saya, didera lembur lembur setiap hari yang mengharuskan saya menghabiskan waktu dari pukul jam 8 pagi hingga jam 9 malam di depan meja kerja saya. Belum lagi ada tugas khusus dari kantor untuk membawakan acara di luar kota,selama dua hari saya terpaksa menahan kantuk hingga pukul dua atau tiga dini hari. Belum lagi karna lembur itu dua kali saya diberi kesempatan beristirahat di rumah sakit karena terserang penyakit thypus. Aih….semua bagai air laut yang membuat saya tak mampu lagi mengepakkan sayap sayap mungil saya untuk menembus cakrawala nun jauh di sana.

Namun ketika saya tenggelam itulah saya justru tersadar, bahwa ternyata dalam kondisi tenggelam pun otak saya tak pernah berhenti merangkai untai demi untai kata untuk menjadi kalimat yang menarik untuk didengar. Disela sela kesibukan saya membawakan acara, dengan secarik kertas dan sebuah pulpen yang saya pegang saya bahkan masih sanggup menorehkan sebuah paragraf kecil tentang perasaan saya di hari itu. Bahkan ketika saya tergeletak sakit dengan infus membelit di tangan kanan saya pun saya masih sempat menggerakkan tangan kiri saya untuk mengetik kalimat demi kalimat yang tiba tiba terlintas begitu saja di otak saya walaupun hanya dengan menggunakan handphone butut saya.

Ternyata,…walaupun hanya seorang penulis diary amatiran…tak ada jeruji yang mampu menghalangi otak kanan saya untuk bergelut merangkai kata….tidak sibuk…tidak capek…tidak juga sakit…semua itu bukan apa apa…semua itu bukanlah penghalang bagi seorang penulis untuk tetap menulis…. apalagi “tidak punya inspirasi” …ah..itu kan hanya alasan saja. Karna seorang penulislah, yang seharusnya menciptakan inspirasi dari tulisannya, bukannya menulis ketika mendapat inspirasi saja… Karna seorang penulislah…yang membuat sesuatu bisa dibaca….dan Karna seorang  penulislah….sebuah jendela dunia mampu terbuka lebar,……dan karna seorang penulislah…sebuah mimpi mampu menjadi nyata… 🙂

Dan dari tulisan ini, dapat dilihat bahwa ternyata… ketika ada yang bilang saya “tidak punya inspirasi” ternyata “tidak punya inspirasi” pun ternyata menjadi “inspirasi” tersendiri bagi seorang penulis untuk tetap menulis.. 🙂

So….tidak ada alasan untuk berhenti menulis bagi seorang penulis…

Tulisan ini saya persembahkan untuk teman teman blogger yang masih menyempatkan waktu untuk membaca diary saya ini…saya mohon maaf belum bisa menjadi pemetik hikmah yang baik seperti teman teman semua… tapi bagaimanapun,melalui tulisan ini, saya akan mencoba menguatkan diri saya untuk tidak berhenti menulis……wherever…whenever… 🙂 missu all blogger Indonesia… 🙂

Iklan

26 thoughts on ““Saya tidak menulis karna saya tidak punya inpirasi”

  1. akhirnya ada lagi tulisannya indah
    Semoga Allah selalu menjada indah di sana ya
    jaga kesehatan biar ga’ keluar masuk RS ya.. 🙂
    miz u…

  2. “Karna seorang penulislah, yang seharusnya menciptakan inspirasi dari tulisannya, bukannya menulis ketika mendapat isnpirasi saja… Karna seorang penulislah…yang membuat sesuatu bisa dibaca….dan Karna seorang penulislah….sebuah jendela dunia mampu terbuka lebar,……dan karna seorang penulislah…sebuah mimpi mampu menjadi nyata… :)”

    waaaah…keren..keren..manginspirasi banget! 😉

  3. …’walaupun hanya seorang penulis diary amatiran?’… ya..ya,sebagai sesama amatiran,harus saling menghargai 🙂 *o’ow gak nyambung ya?* 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s