Pulang…

Matahari membasuh kelopak mata saya yang mulai mengedip karna tak tahan dengan silaunya. Jalanan masih sepi, dan tangan saya menari nari menembus kabut tebal yang menghiasi rona pegunungan itu. Pandangan saya tak lepas dari kedua gunung yang selalu saya rindukan. Sindoro di sebelah kanan saya, dan Sumbing di sebelah kiri saya. Di situlah tanah dimana saya dilahirkan, tempat dimana saya pertama kali mengumbar tangis dan mendengarkan kumandang adzan yang dilantunkan oleh ayah saya. Tanah kelahiran saya, di kaki gunung Sindoro Sumbing, masih tetap indah,masih tetap mempesona, dan nyatanya masih membuat dahaga kerinduan saya mencair. Petak petak sawah yang tersusun rapi dan selalu menghijau, wangi aroma tanah, air sungai yang mengalir jernih bergemericik, dan udara yang sangat menyegarkan hati dan pikiran saya.

Belum habis kekaguman saya, saya kembali dikagumkan oleh pemandangan di sebelah saya, mata saya tertuju kepada pemudik lain yang sama dengan saya, melakukan perjalanan jauh dengan sepeda motor. Saya melihat sebuah keluarga kecil dengan 1 orang ayah, 1 orang ibu, 1 orang anak seusia sd dan 1 orang bayi. Betapa mudik lebaran sangat bermakna bagi keluarga kecil itu. Mereka rela menambah beberapa bilah kayu dibagian belakang motor agar dapat digunakan sebagai tempat menyangga tas besar mereka. sang ibu dengan sabar tetap mendekap bayinya. Dan seorang adik kecil duduk di depan ayahnya nampak meringis menahan kedinginan walaupun sudah memakai pakaian tebal.Sungguh luar biasa pengorbanan keluarga itu untuk pulang ke rumah mereka. Sungguh kuat tekad mereka untuk pulang.

Melihat keluarga kecil itu membuat khayalan saya mulai menerawang jauh ke angkasa. Subhanallah walhamdulillah, pagi ini motor saya dengan lincah dan tanpa aral rintangan berarti berhasil membawa saya pulang. Pulang ke tanah kelahiran saya, pulang ke tempat dimana saya akanΒ  bertemu dengan ayah ibu dan saudara saudara saya. Subhanallah walhamdulillah wastaghfirullah wallahu akbar. Teringat berita yang saya lihat di televisi tadi pagi. “Seorang ibu dan anaknya tewas terlindas truk saat motornya terpeleset ketika berusaha menyalip dari sebelah kiri” , ibu dan anak itu pun pulang. Bukan pulang seperti saya, bukan pulang untuk bertemu, berkumpul, bercanda dan tertawa dengan sanak saudara seperti saya, namun mereka pulang untuk kembali kepada Allah, mereka pulang untuk mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya selama hidup di dunia, mereka pulang untuk selama lamanya, mereka pulang dan tak kan pernah kembali lagi.

Astaghfirullah, astaghfirullah,astaghfirullah… betapa baiknya Allah kepada saya. Saya hambaNya yang berlumur dosa, namun masih saja diberikan limpahan rahmatNya , limapahan kasih sayangNya. Dan pagi ini Allah kembali menunjukkan rasa cintaNya kepada saya, Allah membuat saya menapakkan kaki saya kembali ke rumah dalam keadaan tanpa cacat sedikitpun. Allah mempersilahkan saya memadu rindu bersama keluarga saya. Astaghfirullah, tidak terbayangkan, jika yang ada di headline news tadi pagi itu adalah saya. ” Astaghfirullah…. bekal saya belumlah cukup…dosa saya masih terlalu banyak…astaghfirullah…ampuni saya Ya Allah,,berulang kali saya mengucapkan kata taubat namun berulang kali pula saya mengulangi kesalahan yang sama. πŸ˜₯ betapa banyak perkataan manis keluar dari bibir saya namun menyakitkan di hati saudara dan sahabat sahabat saya, berapa kali saya tidak mengindahkan seruan Allah untuk melaksanakan perintahNya. Betapa banyak dosa dan maksiat yang saya perbuat dalam sisa waktu saya hidup di dunia yang fana ini. Ya Allah… Ya Ghaffur…Maafkan kekhilafan saya Ya Allah…jikalah saya boleh memohon…janganlah Kau ambil nyawa saya dalam keadaan penuh dosa Ya Allah, dan kalaulah saya boleh meminta… bimbinglah saya selalu Ya Allah..tuntunlah saya, raihlah saya ke jalanMu…terangilah saya di kala gelap.. dan ingatkanlah dikala saya lupa….

Dan terimakasih Ya Allah atas setiap detik kesempatan yang Engkau berikan kepada saya, terimakasih Ya Allah atas setiap belaian kasih sayangMu yang selalu menghangatkan kalbu saya, dan terimakasih Ya Allah masih mengijinkan saya pulang ke pangkuan ayah dan ibu saya. Terimakasih telah membawa saya dalam kenikmatan iedul fitri dan membawa saya dalam seribu keindahannya. Terimakasih telah memberikan saya kesempatan untuk menghaturkan sujud sungkem saya kepada kedua orang tua saya. Terimakasih telah menghantarkan jabat erat tangan saya kepada saudara saudara saya yang pernah tersakiti hatinya oleh tingkah polah saya. Terimakasih telah memberi kesempatan kepada saya untuk mencapai hari kemenangan ini Ya Allah…

Taqobalallahu Minnaa wa Minkum …, Ja’alanallaahu Minal ‘Aidin wal Faizin…….

Semoga ibadah ramadhan kita diterima, dan semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah). amien..amien..amien Ya Robbal Alamin….

— Welcome home and Happy Ied Mubarak —

β€œtulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog pesona muslim”

Iklan

58 thoughts on “Pulang…

  1. Mohon maaf lahir dan bathin ya Indah
    semoga kita semua menjadi insan yang lebih baik
    semoga kita mampu berpulang dengan bekal yang cukup
    Amin Ya Allah…

    • yup..betul..betapa beruntungnya kita masih diberi kesempatan untuk menikmati bulan seindah itu.,…maka itu janganlah kita sia siakan..

      alhamdulillah..wastaghfirullah… semua yang bagus hanyalah milik Allah…. bukan milik indah… tulisan indah biasa saja kok,masih harus banyak belajar,.. 😳

  2. taqobal yaa karim ukhti indah
    …………………
    cerita dan gaya bahasanya bagus
    …………………
    hati-hati saat kembali …. yach
    semoga 11 bulan lagi kita lebih baik. Amiin

    • amien..amien..amien…

      astaghfirullah..jangan memuji seperti itu…segala puji hanyalah untuk Allah.. πŸ™‚

      semoga mas bchree juga menjadi lebih baik dalam 11 bulan ke depan..amien..

  3. Selamat Idul Fitri Ya indah, taqobbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir batin, kayaknya kampung kita berdekatan ya Indah…kota Indah di Temanggungkah, jika benar smg kita bs dipertemukan dalam dunia nyata…

    • taqobal yaa kariim ummurizka…

      mohon maaf atas semua khilaf indah yah….

      hehhee..bukan temanggung seh..tapi sebelahnya.. 😳

      boleh2 kapan2 kita kopdar kalo ternyata deket.. πŸ™‚

      :peluk dari jauh..

  4. Selamat menkmati kampung halaman yg indah ya Indah sayang πŸ™‚

    Dlm kesempatan ini bunda ingin mengucapkan :
    Selamat idhul fitri 1 syawal 1431 H
    minal aidin wal faizin
    mohon maaf lahir dan bathin
    salam

  5. assalamualaikum indah πŸ™‚
    salam kenal dari Jogja..

    minal aidzin wal faidzin yaa..
    gimana pulang mudiknya? udah mulai kembali kerja toh?

    • waalaikumsalam warahmatullah….
      wah..senangnya mba ana mau kenal sama indah.. πŸ™‚
      amien..

      hehe.. alhamdulillah mudiknya menyenangkan sekali… alhamdulillah udahkerja lagi neh.. πŸ™‚

  6. Assalaamu’alaikum Indahnyahidupku.

    Salam kenal dan terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. senang dapat bersahabat dan mengenali Indah yang seindah nama dan blognya juga kata-katanya. sungguh saya terawang keindahan membawa bait2 tulisannya yang indah2 ini.

    Alhamdulillah, kalau mudik kita dalam keadaan selamat berbanding mereka yang tewas dipertengahan jalan yang tidak kesampaian hajat dan keinginan untuk bertemu keluarga tetapi menjadi tetamu agung Yang Maha esa.

    Selamat hari raya dan maaf zahir batin. salam manis buat Indah yang baik dari saya di Sarikei, Sarawak. πŸ˜€

    • waalaikumsalam warahmatullah..
      sungguh suatu kebahagiaan yang tiada terkira bunda siti fatimah mau mampir ke blog indah…
      alhamdulillah,wastaghfirullah,,,segala puji hanyalah milik Allah bunda…
      tulisan indah tidak ada apa apanya dibandingkan tulisan bunda dan teman teman yang lain…

      iyah,alhmamdulillah bunda,,indah bisa sampai di rumah dengan selamat… selamat hari raya aidil fitri…mohon maaf lahir batin bunda.. πŸ™‚

  7. taqobbal ya kariim…

    judulnya mengingatkan saya pada sebuah novel…

    well, salam kenal

    insya Allah, hidup kita indah… πŸ˜€

  8. Taqabbal ya karim….

    selamat pulang ya, salam untuk keluarga…
    maaf, kenapa kemaren gak nghub lewat email? oke, nanti kalo ada rencana kopdar lagi, Oyen kabari ya… semoga Allah masih memberi kesempatan untuk bertemu dalam suasana yang diridloiNya… Amin… πŸ™‚

  9. Huaaaaaaaaa ketinggalan ini jugaaaa!! πŸ˜₯

    Maap lahir batin, Ndah… πŸ˜₯

    Moga tahun depan kita masih diberi kesempatan untuk bertemu bulan ramadhan lagi, dan semoga dalam sebelas bulan ke depan ibadah2 dan amalan kita bisa lebih baik dari sebelas bulan yang lalu.. Amin! ^__^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s