Lonely is so Lovely

Malam ini saya menerobos pekatnya malam,menyusuri sepanjang jalan yang ramai, melintasi sekumpulan manusia yang tampak memamerkan riak riak canda mereka di sela sela tangis yang saya sembunyikan malam ini. Letih, dan akhirnya saya memutuskan untuk berhenti berjalan dan duduk di sebuah meja di sebuah rumah makan kecil yang kental dengan nuansa etnik solo dengan gazebo di atas kolam kecil dan meja meja kayu yang indah.

Saya memesan seporsi nasi goreng sosis dan segelas air putih, dan menunggunya di sebuah meja kecil di sudut ruangan sambil memutar mutar handphone saya. Segelas air putih pun datang. Saya memandanginya, menerawang jauh ke dalamnya, khayalan saya terbang kesana kemari dan hinggap pada memory memory dimana saya telah melewatkan banyak hari bahagia di kota ini. Saya melewati hari hari ramadhan dengan penuh kebahagiaan. Saya menyempatkan diri untuk hadir di kajian demi kajian di kantor, saya merangkum tawa dengan teman teman seperjuangan saya untuk membagi bagikan takjil di perempatan lampu merah ngasopuro. Kemudian saya menyisihkan sebagian uang saku saya untuk berbagi dengan saudara saudara baru saya di pondok pesantren darul ikhsan, Subhanallah, tiada yang lebih nikmat selain melihat senyuman anak anak yatim piatu disana. Kalau saya jadi mereka, pastilah saya sudah meratapi nasib saya yang tidak punya ayah, tidak punya ibu. Namun mereka tampak tegar, setiap hari mereka menghabiskan waktu untuk bermain, belajar, mengaji, dan bertingkah ceria seperti tanpa beban. Walaupun saya tidak membantu banyak, namun melihat senyuman merekah dari bibir mungil mereka membuat bunga bunga di hati saya bermekaran. Kemudian di ramadhan ini pula saya merasakan apa itu i’tikaf, seperti apa, dan bagaimana keindahannya. Subhanallah walhamdulillah, terimakasih Ya Allah, terimakasih terlah menggiring saya ke kota yang indah ini.

Lamunan saya terhenti ketika seorang pelayan mengantarkan pesanan saya, dan tanpa saya sadari, ternyata sedari tadi beberapa pasang mata memandang saya dengan tatapan agak aneh. Ehm, saya memeriksa kancing baju saya, memeriksa jilbab saya, dan mengelus pipi saya,apakah ada yang aneh? ah… saya rasa tidak! semua baik baik saja. Sampai akhirnya ketika saya mulai menelan suap demi suap nasi goreng sosis yang dibungkus telur dadar kesukaan saya itu, terlintas di benak saya.Apakah saya terlihat aneh karena saya sendirian dan mereka tidak? Apakah saya terlihat aneh karena saya makan sambil diam sedangkan mereka makan sambil ramai ramai bercanda dan mengobrolkan banyak hal dengan teman teman mereka, dengan pacar mereka, dengan keluarga mereka dan sebagainya???

Oh,, lagi lagi air mata saya mulai membendung di ujung mata saya, kasian sekali saya ini kalau benar itu yang mereka pikirkan. Malam ini saya makan malam sendirian, terduduk di sudut tanpa teman tanpa kawan. Dan satu suap lagi, sebelum akhirnya saya menghela nafas panjang dan mulai menenangkan diri saya perlahan. “Bismillah….I am trying to be strong…….always try to be strong…yes…..i am strong!!!!”

Tidak ada yang salah dengan kata “sendirian” bukan??tidak ada yang salah dengan “kesepian” bukan?? selama saya kuat, saya pasti bisa mengubah kesendiriran itu menjadi indah. Sendiri tidak selalu berarti terpuruk meratapi sepi sepi sunyi sendiri dalam hidup. Ketika saya sendiri, saya justru semakin banyak belajar berdiri tegak di atas kaki saya sendiri. Perlahan tapi pasti saya terbentuk menjadi sosok seorang gadis yang mandiri. Saya tidak perlu tergantung dengan orang lain. Tidak harus menunggu seseorang untuk membangunkan saya sholat di pagi hari, tidak harus menunggu sms pengingat saya untuk mengaji, tidak harus menunggu ajakan ajakan makan, tidur dan mandi. :mrgreen: semua bisa saya lakukan sendiri, kapanpun, dimanapun sesuka hati saya tanpa terkekang oleh aturan aturan orang lain. yup! i’free!! 🙂 and i’m independent! ^_^

Selain itu saya juga bebas, hari senin saya mau jalan jalan dengan rani, hari selasa dengan tina, hari rabu dengan nia, hari kamis,jumat sabtu dengan siapa siapa dan siapa, bahkan saya juga bebas kalau saya ingin pergi sendiri seperti malam ini. Saya tidak terikat! saya bisa melakukan banyak hal positif, dan nyatanya, ramadhan ini banyak berkah yang saya rengkuh justru ketika saya sedang sendiri. Banyak hikmah yang saya petik ketika saya sedang sendiri. Dan banyak kejadian kejadian luar biasa yang terjadi ketika saya sendiri. Dari sendiri itu pula, saya menyadari bahwa hanya ada 1 hal yang tidak pernah membiarkan saya kesepian,hanya ada 1 hal yang selalu menggandeng tangan saya, hanya ada 1 hal yang tak pernah meninggalkan saya dan tak pernah membiarkan saya terjatuh ke lembah nestapa. DIA lah ALLAH,….. Tuhan saya, dan tiada Tuhan selain DIA…

Suap demi suap meluncur cepat ke mulut saya, dan saya susul dengan segelas air putih yang belum saya sentuh sedari tadi. Makan malam saya telah habis. Alhamdulillahirobbil alamin….. sekali lagi saya menarik nafas….dan menghelanya perlahan….. lalu berkata pada diri saya sendiri…. “semangat indah…. lonely is so lovely….”….. dan saya mengakhiri makan malam saya yang sendiri itu dengan seulas senyum yang saya bagikan kepada orang orang yang memandangi saya dengan mata aneh malam itu. Sayang sekali mereka tidak tahu betapa sendiri itu indah… 🙂 ketika kita menikmatinya,mensyukurinya. 🙂

Iklan

42 thoughts on “Lonely is so Lovely

  1. aku pernah Indah, mengalami apa yang kamu rasakanm, yaitu saat “merasa sendiri”. Padahal Ndah, kalo Indah renungkan lebih dalam lagi, sebenarnya kita gak sendiri loh. Ada Dzat Maha Besar yang memiliki apa yang di langit, di bumi dan diantara keduanya, yaitu Allah menemani kita selama 24 Jam! 🙂

    Coba deh Ndah, sering2 berdialog dengan Allah, indaaahhh sekali.. dan hati pun menjadi tenang… misal nih, “Ya Allah.. nasi goreng ini nikmat sekali..Terima kasih Ya Allah, Duh, air putihnya juga Ya Allah.. segerr banget..Alhamdulilah..”. Ah, Insya Allah, tidak akan pernah merasa sendiri :).

    Last, keep the spirit ya.. jangan menyerah!! Semangaat Indaaah.. 😀

  2. Kalo orang Sulawesi akan bilang “sy masih jomblo!”,tipikal orang Solo beda lagi yah 🙂 mau bilang masih jomblo aja,puanjaaang banget 😀 *becanda Ndah* 🙂

    • bahagia atau tidak itu tergantung bagaimana kemauan kita…
      kalau kita maunya menganggap segala sesuatu sedih, pastilah jadi sedih… tapi kalau kita mau memandang dari sudut yang berbeda dan menjadikannya indah,
      pastilah kita bahagia.. 🙂

  3. Sendirian di tempat umum kadang emang bikin mata orang lain mengarah kepada kita.. makanya ajak teman kalo mau makan di tempat umum.. 😀

    Bicara tentang kesendirian.. menurut saya kesendirian yang paling baik adalah di saat 1/3 malam yang terakhir. Di dalam keheningan malam tersebut kita dapat menemukan ketenangan dan kebahagiaan jiwa yg mungkin sulit kita dapatkan di tengah hiruk pikuk dunia. Kita lebih mampu untuk melihat ke dalam diri, kita lebih mampu untuk mengoreksi diri. Dalam keheningan dan kesendirian di malam tersebut biasanya kita lebih mampu untuk mendekatkan diri kepada-NYA, Sang Pemilik Jiwa kita..

  4. Jujur nih ndah …
    dulu … saya berpendapat … lonely is so lovely

    Tetapi sekarang …
    saya pikir ada hal lain yang jiga tidak kalah indahnya …
    hal itu adalah … Sharing dan atau berbagi …

    salam saya Indah

  5. Ping-balik: Surakarta, Saya pamit…. « .: just a littleangel's diary :.

  6. alone but not lonely…kan ada bakteri.
    engga deng, kan ada malaikat yang selalu memperhatikan dan ada ALLAH yang Maha memperhatikan…

    tapi ya teh/mbak/kak…perubahan dari yang biasa bareng2 kesana kemari menjadi sendirian itu..aduuh…koq kadang suka terasa periih. sampai sekarang saya masih belajar menghilangkan rasa perih itu 😦

    • 🙂
      bener..selalu ada Allah disamping kita…dikanan kiri kita…di hati kita…
      we never walk alone sist…
      perih?bilang donk sama Allah…minta diilangin perihnya…pasti dikabulin deh.
      Allah kan Maha baik.. 🙂

  7. wah,, kayana kok ada yg kegeeran diliatin banyak orang lalu mengaitkanya dengan dirinya yg sedang “sendiri”.

    there is no wrong with you dear, just be yourself..

  8. sendiri itu memang baik, tp lbh baik lg kalo ada tmennya, yaitu suami/istri kita.apalagi seorang wanita, terlalu riskan klo pergi sndirian terlebih mlm hari,.
    bukan bgitu mbak indah???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s