Di sudut malam aku bersimpuh

Saya mengemasi mukena, al quran, dan dompet yang berisi uang pas pasan ke dalam tas kecil saya, lalu bergegas menyambar kunci motor dan membawa motor saya ikut serta dalam perjalanan saya sore hari ini. Saya akan menuju ke masjid raya fatimah, sebuah masjid yang terletak di daerah Singosaren kota Solo. Masjid yang sering disebut dengan “surga”ย  oleh para pengunjungnya ini memang benar benar masjid yang indah, belum lagi masjid ini memiliki kualitas imam dan penceramah yang sangat baik di setiap hari terutama di bulan Ramadhan.

Senja menyelimuti langit, suara syahdu puji pujian dari beberapa masjid terdengar bersahut sahutan, jalanan kota Solo yang sedari siang lengang sore itu nampak mulai menuju ke arah kemacetan kecil di beberapa ruas. Saya masih santai dengan kecepatan tidak lebih dari 30 km/jam sambil menikmati keharuman aroma sore hari yang menyegarkan. ๐Ÿ™‚ Sore ini saya akan kembali mengunjunginya, masjid yang selama Ramadhan ini menjadi tempat favorit saya untuk tarawih, kini juga menjadi tempat favorit saya untuk berbuka puasa, karena ada pengajian sebelum berbuka, dan tentunya ada makanย  gratis disana :mrgreen: *anak kos mode on.

Sesampainya disana saya disambut oleh Pak Amin (bukan nama sebenarnya), seorang takmir masjid yang sekaligus merupakan muadzin di masjid itu, Pak Amin melemparkan senyum dan sapaan kepada saya, dan saya membalas ala kadarnya, lalu meninggalkan beliau yang sedang sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk berbuka puasa. Pak Amin yang berperawakan kurus,hitam,pendek, dan sudah renta itu terkadang dipandang sebelah mata oleh orang orang, padahal sejatinya dia adalah muadzin yang memiliki suara merdu yang…Subhanallah..keindahan suaranya mampu menggetarkan kalbu setiap pendengar seruan adzan yang beliau kumandangkan.

Saya memasuki ruangan pengajian di lantai satu masjid fatimah, dan menyalami ibu ibu kelompok pengajian yang sudah sedari tadi disana. Ibu ibu yang baru saya kena beberapa hari, namun sudah menganggap saya seperti anak sendiri, seperti saudara sendiri, dan seperti teman sendiri. Memang tidak banyak jamaah pengajian yang seusia dengan saya, karna itulah saya menikmati masa masa membaur dengan ibu ibu di masjid ini. Seorang ibu menyodorkan sebuah plastik kecil berisi 3 buah kurma kepada saya, dan saya menyimpannya untuk berbuka nanti. Sang penceramah terus mengobarkan semangatnya agar para jamaah pun turut bersemangat mendengarkan tausiyah di sore hari itu. Anak anak kecil yang baru saja selesai belajar mengaji,berhamburan dan ikut serta dalam pengajian itu, seketika suasana berubah menjadi ramai sekali *dasar anak kecil :mrgreen: . Kemudian acara dilanjutkan dengan membaca doa bersama, dan serentak semua jamaah keluar dari lantai satu masjid itu, untuk menuju ke serambi masjid, dan mengambil minuman hangat yang sudah disiapkan disana.

Pukul 18.35 saya menuntun kaki saya untuk melangkah ke sebuah sudut dan mulai membaca Al Quran sambil menunggu waktu tarawih tiba. dan pukul 20.25 tarawih usai. Saya bersegera pulang ke kosan berniat tidur sejenak, karena malamnya saya akan kembali lagi ke masjid fatimah untuk melakukan i’tikaf. ๐Ÿ™‚

Selama 21 tahun hidup di dunia ini, saya belum pernah mengikuti kegiatan i’tikaf, jadi malam itu akan menjadi malam pertama saya melakukannya, dan saya akan melakukan i’tikaf pertama saya di kota Solo, di masjid fatimah, ini akan menjadi catatan penting tersendiri dalam sejarah hidup saya dan akan menjadi bahan cerita kepada anak cucu saya kelak. :D. Dan semoga i’tikaf mampu membimbing saya menuju ke gerbang malam lailatul qadr,amien. ๐Ÿ™‚

Saya datang dan disambut oleh dua orang gadis, yang satu membagikan air putih, dan yang satu membagikan lembar dzikir. Acara i’tikaf tengah malam itu dimulai pada pukul 00.00 , dibuka dengan pembacaan kalam wahyu Illahi, dilanjutkan dengan tausiyah,tadarus al quran, sholat qiyamulail berjamaah, dan ditutup dengan dzikir. Acara demi acara membuat hati saya terkikis oleh rasa takut dan malu oleh segala dosa yang telah saya lakukan selama ini. Dan acara penutup,dzikir bersama, membuka mata saya yang sering buta akan nikmat Allah yang begitu banyak namun terkadang saya lupa mensyukurinya. Saya tenggelam dalam lautan air mata dan terombang ambing di samudera penyesalan. Hawa dingin yang menusuk tulang sayasemakin membuat saya merasa begitu kecil dan Allah lah Yang Maha Besar.

“Astaghfirullah robbal baroya, Astaghfirullah minal khothoya. Robbi zidniy โ€™ilman nafiโ€™a, Wa waffiqni โ€™amalan maqbuula, Wa wassiโ€™lii rizqon thoyyiban Fatub โ€™alayya taubatan nashuuha, Fatub โ€™alayya taubatan nashuuhaโ€œ

Kalimat demi kalimat istighfar mengalir dari lidah saya yang kelu, dari bibir saya yang mulai bergetar, dan mata saya tak mampu membendung ribuan tets air mata yang mengalir menganak sungai di tengah para jamaah yang juga nampak bergelut dengan perasannya masing masing. Kembali saya mengingat betapa sering lisan saya tidak terjaga oleh perkataan yang menyakiti saudara saudara saya, betapa sering tangan,mata, kaki,lidah,telinga yang merupakan anugerah terindah dari Allah ini saya gunakan untuk maksiat… Allahu Yaa Ghafur… maafkan saya Ya Allah..kembalikan saya ke jalanMu Ya Allah…. betapa sering saya lupa menanyakan kabar orang tua saya hari ini, padahal merekalah yang membawa saya ke gerbang gerbang kesuksesan dalam hidup saya, tidakkah saya akan menyesal ketika nanti mereka tak lagi ada, saya menyia nyiakan sisa waktu saya untuk lebih banyak bersenang senang bersama teman teman saya, daripada dengan ibu atau ayah saya… Allahu Ya Rahman…lindungilah kedua orang tua saya Ya Allah, sayangi mereka, lapangkan pintu rizki untuk mereka,ampuni kesalahan mereka Ya Allah,bimbinglah mereka agar selalu berada di jalanMu,ketika tangan saya ini tak mampu merangkul mereka dalam dekapan yang nyata.

โ€œLaa ilaha ila anta Subhanaka inni kuntum minadholiminโ€, Tidak ada tuhan melainkan engkau ya Allah, sesungguhnya saya ini termasuk orang-orang yang dholim…

Astaghfirullahaladzim,,,,,astaghfirullahaladzim…astaghfirullahaladzim….Ya Allah..Ya Rahman..Ya Rahim… obatilah saya dari segala macam penyakit hati, jauhkanlah saya dari sifat iri,dengki,sombong,riya,angkuh,rendah diri, berputus asa, dan penyakit penyakit hati yang lain Ya Allah…

Ya Allah..jadikanlah Al Quran penawar hati saya, lapangkanlah dada saya dengan membacanya,permudahkanlah urusan saya karenanya, kuatkanlah jiwa saya dengannya, hilangkanlah segala kesedihan saya dengan bacaannya, terangilah hati saya karenanya. Dan muliakanlah saya dengan berbagai kebaikan,dengan daya dan kekuatanMu. Sesungguhnya tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolonganMu Ya Allah Yang Maha tinggi dan Maha Agung….

Amien.. Ya Robbal alamin..

Getaran doa yang saya panjatkan menjalar dari ujung kaki hingga terasa sampai ke ubun ubun saya, saya bersujud lalu bangkit dan mebuatkan tekad untuk menjadi lebih baik lagi seraya mengusap sisa sisa air mata saya yang masih menempel di pipi. Malam itu menjadi i’tikaf pertama yang sangat indah dan akan selalu saya kenang dalam setiap hembusan nafas saya….Terimakasih Ya Allah.. atas malam yang indah ini…

Iklan

28 thoughts on “Di sudut malam aku bersimpuh

  1. hmm..i’tikaf,membaca tulisan ini,tidak terasa di ujung pelupuk mata ini berair,ada getaran ketentraman disana.. sedamai hati ini ketika berdiam diri di masjid Agung Demak,masjid yang didirikan para wali.

    Suatu ketika saya bermimpi,mengunjungi kota tua,kota modern di jamannya,dan menjadi kota yang sangat artistik saat ini,saya bermimpi (mimpi dalam tidur -red) mendatangi kota itu dari atasnya (terbang tanpa sayap) ๐Ÿ™‚ akh..hati ini begitu kagum akan keindahan kota itu dan rasa damai menyelimuti rasa ini..di akhir perjalanan itu,seseorang (yg tidak kukenal) yang menemaniku,membisikan dengan lembut “ini kota Madina tempo dulu”..ya Allah ya Rabb..

    Sesungguhnya i’tikaf,mampu membuat hati kita ‘hijrah’,mengenal siapa kita sebenarnya,dan siapa sang Khalik.Kita hanya mampu menangis,meratapi diri kita,meratapi kesalahan2 kita.Kita hanya mampu bersimpuh dan memohon,sementara sang Khalik adalah segalahnya,Allah Maha Kaya (tidak butuh segalah sesuatu)tetapi saat i’tikaf dengan segalah ke Maha Kelembutan-Nya,Dia mau merengkuh kita dengan segalah Kasih-Nya,sebagai hamba-Nya yang berlumuran dosa.Astagfirullah hal adzim..

    Semoga Indah dan kita semua,di beri kesempatan,mendapatkan malam indah,malam Lailatul Qadar di Ramadhan ini..amien

  2. Ping-balik: Di sudut malam aku bersimpuh ยซ .: just a littleangel's diary :. - Website Kumpulan Dongeng

  3. Assalamualaikum ukhti…

    Alhamdulillah masih diberi kesempatan melakukan sujud panjang, semoga Allah menerimanya ๐Ÿ™‚ Amin..

    Berkaitan dengan pertanyaan ukhti di Blog Oyen, kiatnya hanya satu, taatilah aturan Allah, jangan mencoba melanggarnya, berhati-hatilah pada apapun yang memalingkan kita dari ketaatan kepadaNya…termasuk hukum tata pergaulan, terutama dengan lawan jenis…

    Bagaimana interaksi kita tetaplah harus terbingkai dalam syariahNya, maka ketika kita siap berumahtangga, yakinlah Allah akan mengirimkan sesorang yang terbaik untuk kita, seseorang yang menjadikan kita semakin dekat kepadaNya, seseorang yang akan membuat para bidadari surga cemburu padanya…

    jagalah dirimu, kelak Allah akan juga akan mengirimkan seorang imam yang begitu hebatnya bisa menjaga dirinya… yakinlah, karena Oyen sudah merasakannya… *kapan-kapan akan Oyen posting ๐Ÿ™‚

  4. Ping-balik: Surakarta, Saya pamit…. « .: just a littleangel's diary :.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s