Kepompongku tak jadi kupu kupu

Dear diary….ternyata kepompong itu kini tak lagi jadi kupu kupu…

..::..

Saya pernah memiliki sebuah kelompok belajar kecil pada waktu kuliah, yang saya namakan kepompong.. “mengubah ulat menjadi kupu kupu” πŸ˜€ .. Di dalam kelompok belajar itu, dari 7 orang yang ada, saya adalah satu satunya perempuan.. awalnya agak canggung, agak takut, risi, tidak nyaman, karena saya adalah satu satunya perempuan,saya berjilbab, dan mereka semua laki laki, dan beberapa diantara mereka adalah laki laki perokok dan pemabuk. huhu.

Mulai semester 3 saya dan kepompong selalu melakukan belajar bersama secara rutin dan kami melakukan belajar bersama itu di kos kosan salah satu teman saya yang selanjutnya kami sebut sebagai markas kepompong. Sebutlah kawan kawan saya itu adi,ari,abi,aji,ali,dan ayi(bukan nama sebenarnya). Mereka adalah gamers sejati di kelas saya, waktu 8 jam kuliah praktek di laboratorium jaringan selalu membuat mereka sukses untuk mengubah laboratorium itu menjadi arena bermain game yang membuat suasana kelas saya menjadi gaduh. Lambat laun, perlahan tetapi pasti nilai mereka merosot, semangat belajar mereka hilang sama sekali, dan semangat bermain game semakin melonjak, mereka tidak hanya bermain game di laboratorium, tapi juga bermain game di markas kepompong. Semua laptop disetting untuk menjadi satu jaringan, dan berperanglah mereka dengan sangat semangat sekali.Bahkan mereka sering sekali meninggalkan jam jam kuliah untuk pulang ke markas dan bermain game. Oh.. prihatin sekali saya melihat kondisi ini,.. dan yang lebih saya takutkan, karena saya berada di lingkungan orang orang yang malas, saya takut justru saya yang terbawa arus dan ikut tertular menjadi malas.
Namun kenyataan berkata lain, pertengahan semester 3 ternyata saya berhasil memberikan semangat pada mereka, membuat mereka bangkit dari kemalasan,saya menyadarkan mereka bahwa waktu kuliah kami tidak banyak lagi, dan kami punya orang tua yang selalu menanti kepulangan kami dengan membawa kesuksesan. Perlahan mereka mengurangi jatah waktu bermain game, dan nilai mereka di semester 3 pun mulai membaik. Terkadang tanpa saya komando pun mereka sudah berkumpul di markas untuk belajar bersama. Laptop yang semula hanya berfungsi untuk bermain game, saat itu berubah fungsi menjadi alat untuk membuat simulasi jaringan di markas kami yang mungil itu. Di akhir semester, IPK ke enam teman saya sangat memuaskan, saya bahagia dan bannga sekali kepada mereka. Ternyata kalau mereka mau, mereka benar benar bisa. πŸ™‚
Sayangnya semangat yang berkobar itu hanya berlangsung sepanjang semester 3 dan 4…. semester 5 kami terpisahkan oleh jarak dan waktu. Masing masing dari kami mendapatkan jatah tempat magang kerja yang berbeda, kami berpencar di beberapa daerah yang berbeda. september sampai januari kami terpisah, dan kami bertemu kembali pada bulan februari. bulan dimana itu menjadi deadline bagi laporan magang dan tugas Akhir kami. di bulan itulah saya melihat mereka berubah lagi, dan kali ini lebih parah. mereka tidak lagi mengindahkan ajakan saya untuk bersemangat menyelesaikan tugasAkhir. saya menghabiskan separuh waktu saya untuk terus membujuk dan memberikan semangat kepada mereka seperti yang saya lakukan di semester 3 yang lalu, namun mereka benar benar sudah berubah.mereka kembali asyik bermain game lagi, mereka kembali asyik berpesta pora menghambur hamburkan uang mereka untuk membeli minuman minuman yang memabukkan. dan lambat laun saya akhirnya merasa jengah juga dengan sikap mereka.

Saya akhirnya mampu menyelesaikan tugas Akhir saya dengan sempurna, saya lulus tepat waktu, saya mendapatkan ijazah, dantanpa menunggu lama saya mendapatkan pekerjaan. Dan bagaimana dengan mereka? mereka masih saja hidup tanpa arah dan tujuan. Mereka masih saja berada di tepian jurang keputusasaan karena mereka tidak mendekat sedikitpun dengan kata lulus.

Dari kota yang jauh dengan mereka, saya selalu merindukan mereka, dan saya tidak pernah berhenti berdoa untuk kebaikan mereka. Dan kemudian saya memberanikan diri untuk memberikan perhatian perhatian kecil kepada mereka…via telfon.. via sms.. via facebook… mengirimkan kata kata semangat untuk mereka… karna bagaimanapun.. mereka sahabat sahabat saya.. yang pernah berjuang bersama sama saya… πŸ˜₯ . Saya senang sekali ketika Ali dan Adi mau merespon perhatian saya dengan baik, mereka menceritakan kesulitan kesulitan yang mereka hadapi, dan saya membantu apapun yang bisa saya lakukan saat itu. namun ternyata tidak sama dengan Abi,Aji,dan Ari, mereka malah membalas perhatian saya dengan kata kata sindiran yang menyakitkan, yang pada intinya, mereka tidak suka kalau saya lulus terlebih dahulu dibanding mereka, mereka menganggap saya sebagai teman yang tidak berguna. dan mereka terus menyalahkan saya. πŸ˜₯ , lain lagi dengan ayi, ketika saya mengirimkan sms saya kepada ayi, ayi malah membalasnya dengan penuh amarah, ayi bilang,saya tidak perlu lagi memberikan perhatian kepadanya, karena perhatian dari saya hanya akan membuat pacar ayi cemburu dan marah.

Ah…. memang niat baik tak selamanya tersampaikan dengan baik…Β  πŸ˜₯ …. saya hanya ingin sahabat sahabat saya kembali bersemangat seperti dulu… saya hanya ingin membantu mereka sebisa saya…. apapun itu yang bisa saya lakukan… pasti akan saya lakukan… dan saya akan selalu ada setiap mereka membutuhkan bantuan saya, walaupun saya sekarang berada di tempat yang jauh dari mereka… πŸ˜₯

..::..

Di temaram malam…ketika saya tengah bersedih karena kepompong saya kini tak lagi indah….. ketika kepompong tak lagi jadi kupu kupu….saya mengambil sebuah buku favorit saya dan mulai membuka halaman demi halaman dan saya menemukan sedikit obat untuk kesedihan saya ini……

“Jangan Bersedih Bila Kebaikan Anda Tak dihargai Orang, Sebab yang Anda Cari Adalah Pahala dari Allah! (Dr.Aidh Al Qarni -La Tahzan)

Benar diary…. tak perlulah saya bersedih… tak perlulah saya menangis dan merasa tersakiti oleh perkataan perkataan mereka yang tidak menghargai niat baik saya…. cukuplah Allah yang mengetahui bahwa saya melakukannya karna saya menyayangi mereka seperti saya menyayangi saudara saya sendiri….. dan cukuplah saya kembali berdiam diri… tanpa perlu mendekat kepada mereka… dan tiada berhenti menengadahkan tangan untuk memohon kepada Allah agar segala urusan mereka dimudahkan oleh Allah…..

Untuk Ali,Abi,Adi,Aji,Ari dan Ayi…. cepat lulus yah kawan…. dan jika kalian membutuhkan saya… kapanpun.. dimanapun… saya selalu ada untuk kalian….

Iklan

23 thoughts on “Kepompongku tak jadi kupu kupu

  1. Percayalah.. kekuatan doa lebih dahsyat dari perkataan dan perbuatan.. teruslah berdoa buat kebaikan ya Indah πŸ™‚

  2. tergantung dari sisi mana melihatnya Ndah,terkadang memang sulit terbang bersamaan dengan sekawanan kepompong,karena kepompong masih dalam proses menjadi kupu2,yang jelas setelah kupu2 yang cantik bisa terbang dia akan menjadi inspirasi bagi sekawanan kepompong kawanannya dulu πŸ™‚ *serasa ditaman aja yah?* πŸ˜€ teruslah menjadi kupu2 yang cantik,berikan mereka inspirasi dan motivasi πŸ™‚

    • iyah kang….
      cuman kan… dulu itu persahabatan kami bener2 bagai kepompong… yang merubah ulat menjadi kupu2….
      tapi sekarang engga lagi…. kepompong tak lagi jadi kupu kupu πŸ˜₯

      • oh..jadi teh kepompongnateh seputar persahabatan tea,kalo sudah begini balik lagi aja ke visi awal πŸ™‚ masuk kuburan kan gak bareng2 ini kan? πŸ™‚ *becanda Ndah*..

  3. ALLAH Maha Membolak-balikan hati manusia.. terus berdoalah untuk kebaikan mereka. Semoga mereka tersadarkan.. amin yaa Rabb..

    Btw, ternyata emang dari dulu udah jadi ‘dokter’ buat teman2nya yah? πŸ˜€

    • Yaa Muqalliba al-quluub wa al-abshaar, tsabbit qalbii β€˜alaa diinika wa thaa`atika…… ehehhe… benar sekali bahwa Allah Maha membolak balikan hati////

      btw.. dokter???hihihihi.ada yg sakit emangnya?? πŸ˜†

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s