Menjadi bidadari sehari

Semburat warna merah jambu terpancar dari kedua pipi saya saat saya memandangi bayangan diri saya di dalam cermin, saya terbalut pakaian terusan bermotif garis garis hitam abu abu… dengan jilbab abu abu berwarna senada dengan pakaian yang saya kenakan. Pakaian longgar …. panjang.. dan membuat lekuk tubuh saya tidak nampak sama sekali itu membuat saya merasa ada sedikit kedamaian merambah lubuk hati saya.  Berulang kali saya memutar tubuh ke kanan dan ke kiri, untuk memastikan bahwa saya telah siap dengan busana ini.

Gamis.. sebuah busana yang selalu saya dambakan untuk saya kenakan, ….gamis… hampir setiap hari mimpi mimpi indah saya berisi tentang keinginan kuat saya untuk mengenakannya… gamis… pakaian yang akan menguatkan identitas saya sebagai seorang muslimah…

Saya melangkahkan kaki keluar rumah dan berjalan jalan dengan mengenakan pakaian itu, banyak mata memandang aneh ke arah saya, entah karena saya memang terlihat aneh atau mungkin hanya perasaan saya saja.  Namun di sudut lain tampak beberapa orang justru menampakkan senyum hormatnya kepada saya bahkan tidak ada kata kata menggoda dari preman preman yang saya lewati, yang ada hanyalah ucapan “assalamualaikum mbak…. ” hehe.. dan saya hanya menjawab “waalaikumsalam..” selirih mungkin.. sambil tetap menundukkan pandangan saya,…. dengan ini saya percaya bahwa Allah memenuhi janjinya untuk melindungi saya ketika saya menuruti permintaan Allah untuk mengenakan pakaian yang dicintaiNya,,,,, 🙂

Kemudian saya berjalan terus.. hingga sampai di rumah seorang teman.. beberapa teman saya yang ada di sana seketika membelalakkan mata dan seolah tak percaya bahwa saya mengenakan gamis indah itu… 😳  nampaknya mereka kurang setuju saya mengenakan busana itu.. beberapa diantara mereka bahkan sempat menyeloroh.. ” wah.. keliatan gendut banget kamu pake itu ndah.. kaya ibu hamil….” … “oh yah?? masa iya sih??” .. seketika itu pula muka saya merah padam… saya malu.. malu karena ternyata saya tidak pantas yah?gendut yah?jelek yah? aih…. entahlah… tiba tiba ada seikat rasa ragu menyelimuti nurani saya…dan saya hanya bisa diam.. 😦

Kemilau senja mulai terasa, hangatnya mentari yang mulai merona jingga menyinari gamis yang hingga sore masih saya kenakan, saya diantar seorang sahabat untuk menuju halte tempat saya akan menunggu bus yang akan megantarkan saya kembali ke kota Solo.. saya bertanya kepada seorang bapak yang duduk di sebuah kursi panjang.. dan dari wajahnya nampak ia sangat hafal dengan jadwal keberangkatan bus ke segala arah,.. “pak… permisi.. bus yang ke Solo lewat jam berapa yah pak??”.. dan beliau menjawab ” paling bentar lagi bu.,… ke Solo banyak bisnya.. tunggu sini saja… duduk sini dulu bu… ” .. saya mengucapkan terimakasih… duduk di sebelah bapak itu.. dan saya terdiam.. 😦 hingga bus yang saya tunggu datang… lalu saya menumpanginya… saya masih saja diam.. dalam sekali saya memikirkan panggilan bapak tadi untuk saya.. “bu…”.. saya dipanggil ibu… ooh… apa benar gamis ini membuat saya nampak seperti ibu ibu?? 😦 satu keraguan datang lagi…membhuat saya hampir menangis..membuat saya ingin segera sampai di kamar saya untuk melepas pakaian ini..

Deretan pohon nampak menyejukkan hati dan awan jingga yang masih menghiasi senja itu nampak dari balik kaca bus yang saya tumpangi…. saya terus memandang ke arah luar dan menatap beberapa kendaraan yang melaju di arah berlawanan.. saya menatap juga ke arah langit.. memandang orang orang yang berjalan kaki dengan tenang… dan terus membiarkan lamunan saya berkecamuk. Saya ada di persimpangan, haruskah saya menetapkan hati dengan pakaian ini.. ataukah saya harus meninggalkannya?

Saya terus memandangi sepanjang jalan yang saya lalui.. perhatian saya tertuju pada seorang gadis yang berdiri di sebuah perempatan, di sana ia mengenakan kaos pendek ketat, lengkap dengan rok mini.. lengkap dengan rambut panjang dan poni miring ala remaja masa kini…. wah.. cantiknya dia… tapi… tampak juga beberapa pria di sebelahnya memandangnya dengan seksama.. seolah menelanjangi gadis itu… ah.. sungguh kasian dia…

Astaghfirullah….seketika petir menyambar sudut hati saya…. kenapa saya harus malu mengenakan pakaian indah ini?? kenapa justru gadis itu yang saya bilang cantik? tidak ingatkan saya akan hadis Shahih Muslim dari Abu Hurairah ra :

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كأذْنَابِ البَقَر,بَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلاَتٌ مُمِيْلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا. وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذا وَكَذَا.

“Dua orang dari penghuni neraka yang belum aku pernah melihatnya, seorang kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi dengannya mereka memukuli manusia dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan berlenggok-lenggok, kepala mereka laksana punuk onta miring yang tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapat baunya. Dan sesungguhnya aromanya bisa didapat dari jarak sekian sampai sekian.” (HR Muslim)

Astaghfirullah… astaghfirullah.. asghfirullah… maafkan kebodohan saya Ya Allah…. bukankah saya harusnya bersyukur Allah telah merangkul hati saya dan membuat saya mengenakan pakaian yang dicintainya ini? bukankah seharusnya saya tidak perlu merasa malu karena terlihat tidak cantik, tidak menawan dan tidak rupawan di mata teman teman saya??? bukankah yang terpenting adalah saya nampak cantik di hadapan Allah semata…??

Astaghfirullah.. indah…. jadi baik kok malah malu,…… dan terbesit di benak saya… siapa yang tahu kalau tiba tiba bus yang saya tumpangi ini mengalami kecelakaan dan saya tidak terselamatkan di dalamnya… bayangkan saja jika ketika kecelakaan itu terjadi saya mengenakan pakaian seperti gadis tadi?? malaikat akan menjemput saya dengan muka masam…bahkan dengat raut menyeringai menyeramkan.. dan menarik ruh saya dengan kasar dan menyakitkan…. naudzubillahimindzalik…. !!! tentunya berbeda dengan ketika saya bertahan mengenakan pakaian indah ini…. dengan gamis ini… insyaAllah malaikatpun akan tersenyum kepada saya… mereka akan memperlakukan saya dengan halus dan meraih nyawa saya selembut sutra…. sungguh tidak sepatutnya saya malu dengan pakaian indah ini…. saya seharusnya bersyukur tiada henti atas hidayah dari Allah yang telah meluruskan jalan saya dalam berpakaian… yang telah menujunjukkan secercah cahaya terang untuk menuntun saya menuju surgaNya,,,,

InsyaAllah… saya tidak akan malu lagi dengan pakaian indah ini… insyaAllah saya tidak akan lagi merasa risi dengan tatapan atau tanggapan tidak suka atas penampilan baru saya… insyaAllah Ramadhan tahun ini saya akan kembali mengumpulkan rupiah demi rupiah .. untuk membeli pakaian indah yang serupa dengan yang saya kenakan hari ini….agar saya bisa menjadi bidadari setiap hari…. tidak hanya menjadi bidadari sehari saja…. insyaAllah… 🙂

nb : gambar pinjam dari kak zen …. ^_^ yang hari ini blognya tepat berusia satu bulan.. ^_^

Iklan

52 thoughts on “Menjadi bidadari sehari

  1. bisikan2 negatif (bisikan syetan) selalu menyertai setiap langkah baik 🙂 bidadari selamanya ‘indah’,jangan jadi bidadari sehari 🙂

  2. Pasti cantik yah pake gamis..ehem..salut..
    Sebuah ciri khas seorang muslimah yang juga saya idam2kan tp lum kesampean..insya alloh..
    Tapi klo bisa jadi bidadarinya ga cuma sehari ajah neng indah..hehe

    • nah itu masalahnya mba iren cantik… indah masih musti nabung dulu…. soalnya gamis kan ga murah..huhu.. semoga niat baik ini dimudahkan oleh Allah..
      mudah2an tiba2 aja ada uang segepok jatuh dari langit… ato tau2 mba iren cantik ngirimin indah kado berpuluh2 gamis… 😆 hihihihi…
      jadi bisa ga cuma sehari deh.. 😀

  3. 🙂 🙂 🙂 … Senyum ceria menyambut Ramadhan yang mulia, 😀
    ^.~ Setitik kekhilafan di setiap detik waktu yang telah berlalu, semoga berujung saling memaafkan yaa, 🙂

    Salam silaturrahim di penghujung Sya’ban, semoga usia kita disampaikan pada bulan Ramadhan nanti,

    Bergamis… rencana terindah yang masih membayang di fikir ini, semoga suatu hari nanti menjadi kenyataan. Selamat ya Ukhtii, semoga senantiasa istiqomah bersama pakaian bidadari ini, semoga tidak hanya sehari, namun hingga nanti…. aamiiin ya Rabbal’alamiin 🙂

    • amien..amien…amien… syukron ya akhi.. mohon doanya.. agar indah bisa menjadi bidadri… hingga saat ajal menjemput nanti.. :)terimakasih sudah sudi mampir dan baca2 diary indah.. salam kenal..

  4. Subhanallah.. Indah keren.. Salut buat Indah.. Jujur, dhika sampai sekarang masih memakai celana panjang nih saat ke kantor.. 😦

    Istiqomah terus ya Indah!! ^^

    • hihihi jadi malu 😳 …indah juga kalo ke kantor masih pake celana kok.. cuman bajunya panjang.. jadi lumayan.. 😀
      mudah2an besok bisa kulakan gamis di tanah abang… 😀 hihihihi… biar bisa jadi bidadari setiap hari…
      cepet nyusul yah mbaa.. 😀 indah doain deh.. 🙂

  5. Bidadari Syurga Dunia
    Senyumnya INDAH merona,
    Pandangannya halus bak mutiara,
    Mulut serta hatinya selalu terjaga..

    Bidadari Syurga Dunia
    Hatinya selembut sutra,
    Ada cahaya di wajahnya,
    Ada keshalehan di dirinya,
    Bidadari syurga bermata jeli pun ‘cemburu’ padanya,
    Dan kelak ia akan menjadi Bidadari Syurga, terINDAH dari yang ada…

    ********

    Insyaallah Teh, kecantikan sejati bukan berasal dari yang tampak tetapi berasal dari sesuatu yang tak terlihat, dari hati.. Tidak peduli dikatakan ” Ah, kau tampak tua.. “, ” Duh, koq pake krudung sih, kan ga cantik”, duhai, itu hanya cobaan semata.. Tetaplah istiqomah, jadilah Bidadari Syurga Dunia untuk Bidadari Syurga..

    Tahukah Teteh siapa Bidadari Syurga Dunia ??
    Ya, mereka adalah wanita shalehah, wanita yang semasa hidupnya Allah lembutkan hatinya sehingga taat kepada-Nya.. Bukankah wanita shalehah adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia ?? Betul kan ?? Kalo begitu, yuuk jadi wanita shalehah (maksud saya buat Teteh, hhe..)

    “ Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalehah ”.
    (HR. Muslim)

    Ya, ibaratnya, wanita sholehah adalah pelangi yang memancar di kala senja, duhai sungguh INDAH dilihat, dan saya yakin Teteh paham bahwa menjadi wanita shalehah tidaklah mudah, banyak cobaan menghadang di hadapan, banyak cibiran dari manusia yang tak mengerti keINDAHan wanita shalehah, bahkan di beberapa kondisi dijauhi oleh orang di sekitarnya, ya itulah ujian dari Allah..

    ” Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:” Bilakah datangnya pertolongan Allah “. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. 2:214)”.

    Jadi jangan khawatir dengan semua itu, yang namanya ujian, mengetes sejauh mana apa kita sungguh-sungguh menjalankan apa yang diingini-Nya atau tidak, ya kan ??
    Istiqomah ya, jadilah Bidadari yang tidak hanya sehari, jadilah Bidadari Syurga kelak, Bidadari yang hinggap di sana-sini di dinding-dinding Syurga, Bidadari yang lebih cantik dari Bidadari Syurga yang ada..
    Semangat !!!

    Nb :
    1. Afwan kepanjangan komentnya, hhi 🙂
    2. Mohon maaf atas segala tindakan yang tidak berkenan, sebentar lagi Ramadhan, yuuk bermaafan ^^
    3. Mohon doanya jg ya Teh, saya sedang UAS, semoga Allah memudahkan, hhe 😉

    Merci………..

  6. Salut buat Indah yang usianya muda tapi sudah berani memutuskan berhijab.
    Saya saja baru berhijab di tahun 2005, setelah menikah selama 6 tahun.
    Selalu menjadi bidadari ya, dik.

  7. Gamis adalah baju favoritku..setiap hari selalu aku memakainya..selain syar’i juga lebih anggun, bagi pemakainya…keep on your gamis Indah…jika merasa ragu dan malu itu hanyalah bisikan syetan… tetap semangat ….

  8. Assalamualikum…

    terimakasih sudah berkunjung di blognya Oyen…
    Oyen juga pakai gamis kok, InsyaAllah perempuan lebih cantik dan syar’ie dengan gamisnya…gamis adalah nama lain dari jilbab (dari kata jalabib dalam Al-Ahzab 59, yaitu pakaian untuk menutup tubuh bagian bawah) sedangkan kerudung adalah khimar (An Nur 31, sebagai penutup tubuh bagian atas/kepala). Bahkan saya mengenakannya sekalipun pekerjaan dalam medan yang menurut pandangan orang kesulitan dengan gamis/jilbabnya…tapi yakinlah, selama kita bisa menunjukkan wanita bekerja karena keahlian, bukan karena fisik semata, maka saat itulah kita bisa menunjukkan, bahwa gaun kebanggaan kita ini tak menghalangi kita untuk berprestasi 🙂

    Hukum Allah tak ada satupun yang sulit dan berat, kecuali kita yang menganggapnya seperti itu. Salam kenal dari Oyen…dan mohon maaf lahir batin, selamat menunaikan ibadah puasa, semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya dan kita diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan berikutnya. AMin 🙂

  9. luar biasa In,,,
    jadi ngiri pengen jadi bidadari tiap hari juga kayak kamu…
    besok beli lagi ah gamisnya,, hehhehe…

    tetap istiqomah ya say,,, sama-sama berdoa… 🙂

    salute buatmu… 🙂 🙂

  10. Ping-balik: Saya malu sama Ana « .: just a littleangel's diary :.

  11. Ping-balik: Surakarta, Saya pamit…. « .: just a littleangel's diary :.

  12. Ping-balik: Aku Ingin Melihatmu Menjadi Bidadari…. « Ciptabiru’s Weblog

  13. Ping-balik: Saya malu sama Ana « kang Fu@d Nur' Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s