Kisah Aryanti

Gemericik air hujan masih terdengar dengan jelas, walaupun tidak begitu deras, hujan yang membasahi kota Jogja malam itu cukup membuat hawa dingin merasuk ke tulang hingga terasa ngilu. Aryanti terduduk di ujung tempat tidur, memandang temaram lampu jalan yang redup dan membuat tetesan hujan nampak dengan jelas. Tatapan matanya kosong namun sangat menyiratkan luka yang mendalam, sesekali ia tersenyum…menangis..tertawa….lalu terkadang berteriak sambil terus mengelus perutnya yang semakin hari semakin membesar…. lamunannya melayang jauh memutar otak dan berusaha mengingat kembali kejadian demi kejadian yang menimpanya selama ini.

oOo

Magelang, 17 September 2009. 09 : 16. Gelak tawa diiringi tepukan tangan yang riuh dari teman teman Aryanti menggema di lorong depan kelasnya ketika ia mengatakan kepada teman satu gank nya “Aku tidak perawan!!!yeaahh…!!Kemarin aku ML sama Wawan..”senyum bangga tersungging dari bibir mungilnya yang kala itu masih berusia 18 tahun. Dia menyerahkan keperawanannya kepada seorang pria teman sebayanya bernama Wawan. Dan seusai dia membicarakan hal itu dengan teman temannya, dia berlari untuk mencari wawan ke kelasnya, dan sungguh pemandangan yang menyakitkan, wawan tengah bercumbu dengan perempuan lain di ruang kelas yang saat itu kosong,karena siswa lain sedang beristirahat. Hati Aryanti hancur, ia fakir , dengan ia menyerahkan keperawanannya kepada Wawan, Wawan akan sepenuhnya mencintainya dan tak akan pernah berpaling kepada perempuan lain. Kenyataan berkata lain, Wawan ternyata tidak seindah yang ia kira, hatinya hancur,air mata tertumpah dari matanya, dan ia segera berbalik dan berlari sejauh mungkin dari tempat itu. Seketika Aryanti menyesali kebodohannya terlalu percaya pada seorang pria. Aryanti membenci kepolosannya yang percaya akan kata kata “cinta”.

Sepulang sekolah Aryanti merebahkan diri di atas tempat tidurnya, menghela nafas panjang, dan kembali menangis. Dari luar kamarnya. Terdengar suara ayah dan ibunya yang sedang bertengkar, mereka selalu saja bertengkar. Ayah Aryanti selalu sibuk dengan pencalonannya di DPRD, menghabiskan banyak dana untuk kampanye, tnpa mempedulikan kepentingan rumah tangga yang saat itu sedang serba kekurangan karena Aryanti memiliki enam orang adik, yang tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya. Aryanti merasa bosan jenuh dan sangat kacau, ditengah kegalauannya akan cintanya pada Wawan yang porak poranda karena dikhianat, ia tidak juga bias menemukan cinta di tengah keluarganya. Aryanti menghapus air mata yang berlinang di pipinya…kemuadian ia bergegas memasukkan beberapa helai pakaian ke dalam ranselnya, ia mengambil seluruh uang tabungannya yang ia simpan selama ini, dan ia berlari keluar, untuk melarikan diri dari rumah. Ketika ia berlari ia sempat melintasi kedua orang tuanya yang masih bersitegang, namun tak sepatah kata pamitpun keluar darinya, dan kedua orang tuanya pun tidak mempedulikan kepergian anak pertamanya itu.

Aryanti pergi ke jogja, disana ada bulik nya yang tidak memiliki satu orang anak pun dari hasil pernikahannya dengan suaminya. Bulik Tantri dan Paklik Joko namanya. Bulik Tantri menyambut kedatangan Aryanti dengan gembira, dan setelah Aryanti menceritakan kejadian ayah ibunya yang terus bertengkar, bulik pun mengijinkan Aryanti untuk tinggal dan menetap dirumahnya. Bulik Tantri bahkan menganggap Aryanti sebagai putri kandungnya, beliau mencurahkan semua kasih sayangnya kepada Aryanti. Bulik Tantri menyekolahkan tantri di salah satu sekolah swasta di kota Jogja, membelikannnya pakaian pakaian bagus, menyiapkan satu kamar khususuntuknya, mencukupi semua kebutuhan Aryanti, dan memenuhi semua yang Aryanti minta.

Jadilah Aryanti seorang anak yang manja, dengan kehidupan yang agak glamour, apalagi di tempatnya bersekolah, siswanya kebanyakan dari kalangan menengah ke atas. Tidak jarang teman sekolahnya yang sudah mempunyai mobil pribadi untuk digunakan berjalan jalan sepulang sekolah. Hari hari Aryanti ceria kembali selama di Jogja, ia mampu melupakan kesedihannya yang lalu, dan ia mulai merajut kasih lagi dengan beberapa pria. Aryanti masih tetap tidak percaya akan kata cinta, sehingga dengan mudah ia berganti pasangan dari satu pria ke pria lain. Aryanti juga tidak asing lagi dengan hubungan intim, karena keperawanannya sudah hilang pada saat dengan Wawan, ia tidak segan segan melakukannya lagi dengan teman teman prianya.

Sampai pada suatu hari, Aryanti jatuh pingsan karena kekasih terakhirnya yang bernama Rukma meninggal karena kecelakaan. Tubuh Aryanti lemas, lunglai, dan beberapa teman segera melakukan pertolongan pertama kepadanya. Bukanlah kesedihan yang mendalam yang dia rasakan atas kematian Rukma, tapi pada saat itu ia tengah mengandung anak hasil hubungannya dengan Rukma. Usia kandungan yang pada saat itu menginjak usia hamper 5 bulan, mulai nampak dari perutnya yang mulai membesar. Aryanti tak tahu harus kemana, setelah sadar dari pingsannya, dengan langkah gontai ia menyusuri sepanjang jalan pulang ke rumah Buliknya dengan perasaan hampa. Sesampainya di rumah, ia tidak tahu lagi harus bagaimana selain menceritakan sejujurnya apa yang terjadi kepada Bulik Tantri.

Bulik Tantri sangat shock, namun karena beliau sangat menyayangi Aryanti, Bulik hanya bias menangis,lalu membawa Tantri ke dalam pelukannya. Bulik mengelus rambut Aryanti perlahan, dan berusaha menenangkannya. Setelah itu beliau meminta Aryanti berganti pakaian dan beliau berencana membawa Aryanti pergi ke dokter untuk memeriksakan kandungannya.

Kepedihan Aryanti ternyata tidak sampai disitu. Dokter menemukan gejala HIV Positif pada Aryanti, dan dokter menyarankannya untuk melakukan pemerikasaan darah lebih lanjut. Dan benarlah, setelah menunggu hasil selama 4 hari, dokter menyatakan bahwa Aryanti, dan bayi yang tengah dikandungnya, positif terkena HIV. Ya… tidak hanya Aryanti..namun bayi tidak berdosa yang dikandungnya juga mendapatkan dampak yang sama dari perbuatan Aryanti selama ini.

oOo

Malam ini kandungannya telah berusia 8 bulan 27 hari, Aryanti kembali mengelus perutnya perlahan dan merasakan gerakan gerakan si kecil yang menari nari di dalam rahimnya. Aryanti beranjak dari duduknya, dia berjalan keluar kamar, dan menuju pintu depan untuk keluar rumah. Malam itu Bulik Tantri dan Paklik Joko sudah terlelap. Dan Aryanti mulai menapaki halaman rumah,membuka gerbang, dan terus melangkah melawan hujan malam itu. Aryanti berjalan tanpa alas kaki, tanpa paying, dan membiarkan hujan menyamarkan air matanya. Beberapa orang memandang aneh kepada Aryanti dan beberapa lagi mengira dia sudah gila, karena berjalan sendiri di tengah hujan. Aryanti menaiki tangga jembatan penyebrangan satu persatu, masih dengan tatapan kosong, dan dengan lamunannya yang penuh sesal. Aryanti terus melangkah hingga ia sampai di pinggiran pagar jembatan penyebrangan….menaikinya…. dan membiarkan tubuhnya yang tak bersayap terjun dari ketinggian 5,2 meter itu,  sehingga tubuhnya terhempas ke atas jalan raya, seketika tulang belulangnya remuk, dan tubuhnya berlumuran darah. akhirnya ,tanpa sempat dilakukan pertolongan, Aryanti menghembuskan nafas terakhirnya tepat pada pukul 22.54 dengan membawa dosa dan penyesalan yang tidak ada habisnya.

– THE END –

Berkat nasihat dari seorang narablog yang baik hati, akhirnya indah yang tadinya hanya bisa menulis diary, hari ini mulai berani menulis cerpen. Kesempurnaan hanyalah milik Allah, sehingga pastilah cerpen ini memiliki banyak kekurangan, indah mohon masukkan dari kawan kawan untuk memperbaiki diri dalam penulisan cerpen cerpen indah yang berikutnya. Dan mohon maaf kalau alur atau ceritanya masih belum jelas. Indah hanya berharap, mudah mudahan pembaca cerpen ini dapat mengerti pesan moral yang ingin indah sampaikan melalui kisah Aryanti.terima kasih

Iklan

31 thoughts on “Kisah Aryanti

  1. 01. Selamat untuk keberaniannya 🙂
    02. Selamat atas cerpen perdananya; semoga esok lusa akan ada lagi cerpen, cerbung atau mungkin novel hasil karya Indah.. 🙂
    03. Itu aja dulu deh.. komentar lainnya nanti aja nyusul.. hehehe.. 😀

    • aryanti

      tragis nian nasibmu
      tulangmu remuk
      tak kalah remuknya hatimu
      saat tubuhmu lemas terkulai
      dijalanan

      kekasihmu yang dulu engkau
      banggakan,engkau cintai
      dengan sepenuh hati
      menorehkan catatan kelam
      kisah hidupmu..

      entah kepolosan cintamu
      yang harus disalahkan
      entah suasana yang tercipta
      oleh kedua orang penyebab kelahiranmu
      atau kekasihmu yang merenggut
      manisnya duniamu

      kepolosanmu,keluguanmu
      membuatmu terkapar
      terbelit sakit tanpa penawar
      hidupmu menjadi hitam kelam
      hanyut dalam penyesalan tak bertepi

      entah siapa yang harus disalahkan
      entah dirimu,entah orang tuamu
      para kekasihmu atau lingkunganmu
      satu hal yang pasti
      problematika hidupmu tidak menjadi
      sangat kelam..
      bila AHLAQUL QARIMAH menjadi
      tumpuan sikap hidupmu..

      aryanti,semoga kisahmu
      menjadi inspirasi
      agar tidak berguguran
      aryanti..aryanti yang lain.
      paling tidak monumen ini yang
      bisa membuatmu berarti.

      Note:
      Indah,teruslah berkarya.Pikiranmu memberi arti bagi kehidupan..
      tidak ada hal yang paling indah ketika kita mampu membuat
      diri kita menjadi berarti bagi diri sendiri dan sekitar,dalam kehidupan
      kini dan nanti.Kehidupan nanti kita ditentukan oleh kehidupan kini kita.
      Buatlah titipan nafas ke kita menjadi berarti.Dan tidak hal yang
      mungkin terjadi,jika bukan karena kecintaan Allah.

      • rasanya pengen deh.. comment mas farid ga indah tampilin.. terus indah copas.. trus indah jadikan pelengkap di cerpen perdana indah..
        habis bagus banget siih… hihihihihi.. tapi indah ga sejahat itu kok.. 🙂
        ehm.. semoga setiap hela nafas indah bisa menjadi arti bagi orang orang di sekeliling indah..amien

  2. waaahh Indah bagus nih cerpennya dan kasus kayak gini tuh banyak jadi perlu juga di jadikan pelajaran ya, biar gak ada Aryanti aryanti yang lain..
    teruslah menulis Indah 🙂

  3. Hi,mbak indah.Slm knl,ini anak MGLG.
    Cerpenny indah bget.
    Ngmg-ngmg kok latar ceritanya milih magelang ama jogja sich ?

    • wah…. anak magelang…hhihihihi :mrgreen:
      ini cerpen perdana indah…
      menurut indah seh biasa banget..
      hmm,,kenapa mengambil setting magelang dan jogja yah??
      hm,,,, karna indah menulis apa yang ada di pikiran indah..dan itu mengalir aja… kebetulan yang terlintas di benak indah kedua kota itu.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s