sekotak nasi rasa cinta

Hari jumat yang indah….saya menikmati detik demi detik di tempat kerja saya dengan tersenyum….sesekali membolak balik halaman blog sahabat sahabat blogger..dan sesekali menyunggingkan senyum untuk tulisan tulisan mereka yang luar biasa… πŸ™‚ dan terus mengisnpirasi saya untuk kembali mencoretan catatan harian saya pada blog sederhana ini…

Pukul enam kurang lima belas menit….rekan kerja saya mengingatkan saya untuk pulang karena sebentar lagi maghrib….saya pun mengindahkan sarannya … dan segera membereskan laptop saya dan segala macam atributnya……

Sebelum pulang rekan kerja saya memberi saya sekotak nasi beserta lauk dan sayurnya….saya pun menerimanya dengan senang hati walaupun pada awalnya agak malu malu… inilah yang saya sebut berkah di hari jumat…..* entah mengapa setiap hari jumat selalu saja ada makanan gratis yang mampir ke saya ….. πŸ™‚ alhamdulillah……lumayan….mumpung lagi seret juga neh rejekinya.. πŸ˜†

Saya menyusuri jalan dengan motor kesayangan saya..dan memandang senja yang kala itu nampak indah dengan warna jingga yang menyelimuti langit…. jingga…. warna yang selalu mebuat saya hangat dan merasa kehilangan satu demi satu letih yang saya bawa seusai bekerja…..

Melintasi beberapa lampu merah…pada jam sesore itu….saya sudah tidak melihat teman teman penjual koran atau adik adik pengamen yang biasanya berlarian riang…..sampai akhirnya ketika saya sampai di pertigaan sebelah lapangan kota barat…sambil tetap melintas pelan karena lampu hijau sudah menyala….mata saya tidak lepas dari seorang bapak yang terduduk di trotoar dengan memegang kedua kepalanya..memnunduk….dan menjambak jambak rambutnya sendiri dengan cengkeraman yang begitu keras…

Entah kenapa setelah melintasi bapak itu jantung saya berdegup kencang….. bertanya tanya… apa yang terjadi pada bapak tua itu… ” stres kah dia??” …” gilakah dia..??” …”sedang apakah dia??” …. dan karena saya merasa hati saya berkecamuk tidak tenang…saya memutuskan untuk memutar balik motor yang saya kendarai untuk kembali ke pertigaan tadi dan menemui bapak itu…..

Sesampainya saya di lampu merah..bapak itu tampak mencoba berdiri… dan mengusap air matanya yang menetes,,,,, berulang kali ia mencoba mengulurkan tangannya ke hadapan para pengendara yang melintas…namun tak satupun yang menyambut uluran tangannya…. akhirnya saya benar benar memutuskan untuk berhenti di dekat bapak tua itu… saya mematikan mesin motor saya…dan saya panggil dia.. “Pak…. bapak kenapa?bapak sudah makan belum?? “…. bapak itu berjalan mendekati saya… dan mengulurkan tangan kepada saya seraya mengucapkan… “assalamualaikum mbak….namanya siapa??” ….tanya bapak itu… ” waalaikumsalam….nama saya indah pak….” sembari membalas uluran persahabatan dari bapak itu…saya terdiam sejenak..karena pada saat saya berjabat tangan dengannya.. tangan bapak itu begitu gemetar… kaku…dan dingin sekali… ooh…kasian sekali bapak ini…pastilah dia belum makan sampai kondisinya seperti ini….

Saya tersentak dari lamunan saya yang masih mencari cari jawaban kenapa tangan bapak itu ketika dia mengucapkan namanya…”nama saya Abdul Syarif mbak…” …kemudian saya kembali bertanya kepadanya.. “bapak sudah makan belum pak?”…dia pun menjawab..” belum mbak….”…dengan muka sendu dan tampak seperti menahan sakit dia menjawab…. ” sebentar ya pak….” ..ujar saya sambil berjalan menuju motor saya untuk mengambil nasi kotak yang saya dapatkan dari rekan kerja saya tadi dan segera kembali untuk menyerahkannya kepada bapak itu…… ” ini pak…ada nasi kotak buat bapak….dimakan ya pak….maaf tidak bisa membantu banyak…., sudah maghrib pak…saya pulang dulu….” …. bapak itu tersenyum gembira….dengan mata berbinar dia menerima nasi kotak itu…. dan dia menyambut pemberian saya itu dengan diiringi ucapan syukur..ucapan terimakasih ..dan doa yang panjang…. “Alhamdulillah…alhamdulillah…terimakasih.. matur nuwun….matur nuwun sanget nggih mbak…..mugi mugi diparingi rejeki ingkang gampil…mugi mugi diparingi panjang umur…sukses mbak…mugi mugi tansah pinaringan rejeki ingkang halal saking Gusti Allah ingkang maha welas asih… “ (terimakasih banyak ya mbak…semoga dimudahkan rejekinya..panjang umurnya….sukses mbak…semoga selalu diberi rejeki yang halal oleh Allah yang Maha Pengasih- red)

Sekotak nasi itu mungkin isinya tidak seberapa…..rasa makanan yang ada di dalamnya juga mungkin biasa saja…. namun saya memberikannya dengan penuh rasa cinta….insyaAllah akan terasa nikmat untuk bapak itu…. dan beliau juga menerimanya dengan penuh rasa cinta…. memanjatkan ucapan syukur dan ucapan terimakasih dengan penuh rasa cinta pula…. sehingga saya merasa sangat bahagia dengan rasa cinta yang bertubi tubi itu….

Hampir saja saya meneteskan air mata terharu saya di depan bapak itu.. namun saya bisa menahannya dengan memberikan senyuman terindah yang saya miliki…. dan saya pun mengamieni doa doanya sebelum akhirnya berpamitan..”amien..amien..amien…. sama sama bapak…terimakasih doanya….saya pulang dulu..sudah maghrib… ” …saya mengulurkan tangan dan bapak itu membalas dengan jabat eratnya….

Saya kembali menaiki motor dan melanjutkan perjalanan pulang saya senja itu…. rasa haru bercampur bahagia yang tiada terkira masih terus terasa hingga saya sampai di kos kosan saya…bahkan masih terasa hingga malam harinya…. hingga saya tersadar.. ketika saya hendak tidur.. saya menerawang sejenak memandang tembok kamar saya yang saya penuhi dengan potongan potongan kertas kado berbentuk cinta…. dan saya baru ingat… bahwa malam itu… saya tidak makan malam…. tapi… saya tidak lapar sama sekali… Subhanallah.. ternyata berkah sekotak nasi rasa cinta itu membuat saya yang tidak makan pun ikut merasa kenyang ….. Subhanallah… subhanallah..subhanallah.. darimana lagi ini datangnya rasa kenyang selain dari Allah semata… πŸ™‚

Tulisan ini saya dedikasikan untuk bapak Abdul Syarif….karena hingga hari ini saya sudah berkali kali melewati pertigaan yang sama namun saya belum menjumpainya lagi…. terimakasih bapak…atas doanya.. terimakasih atas ketulusannya mendoakan kebaikan pada saya… terimakasih telah memuat saya merasakan kebahagiaan yang tiada terkira.. semoga bapak sekarang dalam kondisi baik baik saja di manapun bapak berada…. semoga langit yang menjadi atap rumah bapak selalu memeluk bapak dalam kidung terbit dan tenggelamnya matahari… semoga jalanan yang menjadi tempat bapak bernaung selalu dilengkapi dengan angin hangat yang melindungi bapak dari segala kedinginan dan rasa sakit…. dan semoga kerasnya hidup tidak menyurutkan semangat bapak untuk selalu menyebut asma Allah dalam mengucap syukur….. semoga suatu hari nanti saya bisa bertemu kembali dengan bapak….. amien…amien..amien. Ya Robbal Alamin….

Iklan

22 thoughts on “sekotak nasi rasa cinta

  1. Meskipun sederhana tapi sangat inspiring.. ikhlas, mungkin itu kuncinya ya Ndah?
    Jika semua kita lakukan dengan ikhlas, semua pun terasa akan ringan kita kerjakan..
    Thx for sharing yah.. πŸ™‚

    *berarti sekarang juga belum makan ya? hehehe.. πŸ˜€

    • hihihi…alhamdulillah kalo tulisan kaya gini dikatain inspiring… πŸ™‚
      iyah kang duddy….ikhlas kuncinya.. πŸ™‚

      sekarang??
      alhamdulillah….sudah kang…
      knp gitu?mau nraktir indah??

      • Sedikit dan sekecil apapun kebaikan yang kita sampaikan insya ALLAH akan berguna.. Buat saya pribadi tulisan Indah ini bisa menjadi bahan refleksi dan introspeksi diri.. “Ikhlas itu tanpa alasan, gak mesti ada alasan untuk ikhlas”

        Gak apa-2.. kirain sejak ngasih nasi kotak itu ke si bapak, Indah gak makan sampe sekarang.. hehehe.. πŸ˜€

  2. πŸ˜₯ :cry::cry: πŸ˜₯

    Semoga bapak itu diberi kesehatan, kekuatan, kesabaran, dan terus dilindungi sama Allah SWT ya… πŸ˜₯

  3. Pengalaman saya hampir sama dengan , Mbak Indah. Tiga hari lalu ada seorang perempuan datang ke kost saya untuk mencari pekerjaan. Dia membutuhkan uang untuk membeli beras raskin. Saya katakan bahwa saya tidak bisa membantu karena saya cuman anak kost. Dia mau bekerja apa saja saat itu, tapi berhubung saya cuman anak kost, jadi tidak bisa memberikan pekerjaan. Karena iba saya memberikan perempuan tersebut Rp. 10.000.

    • wah..oh yah??trus2..lanjutan ceritanya gimana nih???
      hihihi…penasaran…..
      akhirnya perempuan itu biasa beli beras???
      hm….ikhlas kan yah??
      kalo ikhlas mah insyaAllah diganti sama yang lebih banyak…… amien.. πŸ™‚

  4. Ping-balik: Surakarta, Saya pamit…. « .: just a littleangel's diary :.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s