Jejak langkah SIEM Festival 2010

Malam yang dingin…..hujan yang deras……sendiri di kamar kos yang serba pink…..ditemani dengan gelegar halilintar yang saya kagumi sekaligus saya takuti…..

Saya terperangkap di bawah selimut karena malam ini dingin sekali….malam ini hujan mengguyur kota Solo tanpa ampun….membasahi sepanjang jalan yang nampak mulai menyalakan lampu karena hari mulai gelap….. Saya sendiri di kamar ini…saya sendiri di kost kostan sebesar ini….. suasana mencekam membuat saya enggan beranjak dari tempat tidur saya untuk sekedar membuka pintu kamar dan memandang hujan….

Saya memilih merapatkan diri dengan boneka boneka saya…. dan mencoba memejamkan mata….. namun karena petir menyambar beberapa kali dan terdengar jelas sekali di telinga saya…. saya pun enggan untuk terlelap…. pukul 20.05 hujan mulai reda…dan saya mulai tenang…. saya terduduk lalu  membuka dompet saya…. ada dua lembar tiket SIEM (Solo International Contemporary Etnic Music) disana…namun saya masih belum tahu apakah saya akan pergi menonton perhelatan akbar itu atau tidak…. dan apabila menonton… dengan siapa saya akan pergi saya juga belum tahu….

Akhirnya saya memutuskan untuk bersiap siap pergi menuju Stadion R.Maladi Sriwedari kota Solo untuk menontonnya.. saya berganti pakaian dengan menggunakan gamis pink yang belum pernah saya pakai sebelumnya… saya padu padankan dengan jilbab deep pink sehingga paduannya sangat menarik dan mencerahkan saya pada malam hari ini….. saya memasukkan uang secukupnya ke dalam tas kecil saya memakai kaus kaki dengan warna senada dengan baju saya dan menyambar kunci motor untuk segera berangkat ke arena pertunjukkan….. akhirnya saya memutuskan untuk tidak menghubungi satu orang teman pun..dan memilih untuk menikmati malam terakhir SIEM Festival 2010 ini sendirian…..

Sampai di tempat pertunjukkan… saya langsung menuju tribun..namun tribun terlalu penuh..akhirnya saya mencari cari kursi kosong diantara ribuan penonton yang hadir malam itu……beruntunglah saya.. ketika tengah sibuk mencari kursi.. saya bertemu dengan teman saya yang bekerja sebagai reporter di sebuah stasiun Radio di kota Solo, dan dia memiliki undangan VIP…. akhirnya dia mengajak saya untuk ikut duduk di deretan kursi di VIP Area.. 😀 *lumayan…

Pertunjukkan dibuka oleh dua orang pembawa acara yang mengenakan busana dengan corak batik khas Solo… mereka membuka acara dan melanjutkannya ke acara penutupan secara simbolik SIEM Fest 2010 dengan  mengajak hadirin untuk menyanyikan Lagu Tanah Airku bersama sama …. nampak Bapak Walikota juga turut merasakan kebersamaan masyarakat kota Solo dalam menyanyikan lagu yang syahdu itu….. suara ribuan masyarakat Solo menggelegar saat itu juga… kecintaan terhadap Indonesia seolah bangkit kembali karena lagu itu benar benar kaya akan makna kecintaan Masyarakat Solo kepada Tanah Air Indonesia

“Walaupun banyak negri kujalani…Yang masyhur permai dikata orang…Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang….Tanahku tak kulupakan….Engkau kubanggakan”

Dilanjutkan dengan penampilan meriah dari Sahuni (Banyuwangi) yang diteruskan penampilan dari Negeri Singapura yang kala itu membawakan paduan menarik antara biola, seruling, dengan musik yang menggugah semangat para penonton untuk tetap bersemangat dalam menyaksikan pertunjukkan… belum habis sampai disitu kesenangan saya….. penampilan yang selanjutnya sangat menggetarkan hati… dari Bandanaira ..  yang dipandu sang vokalis Lea Simanjuntak menyuarakan lagu lagu Indonesia… dengan romansa jaz yang sangat kental dipadu dengan perkusi akustik yang membuat lagu lagu lama nampak fresh di telinga para penikmatnya…..

Saat penonton mulai terbuai dengan alunan jazz yang lembut…. pertunjukkan selanjutnya dari Banyumas…dengan angklung Darno membuat tawa penonton tergelak karena para penampil menyuarakan logat bahasa daerah Banyumas yang tentunya terdengar lucu dan menggelitik di telinga masyarakat Solo….. dan akhirnya..pertunjukkan ditutup dengan penampilan dari Kamal Mussalam yang berkolaborasi dengan Dwiky Darmawan beserta Krakatau nya untuk menyajikan persembahan penutup yang luar biasa……

Saya sangat mencintai musik…. dan pertunjukan SIEM Fest 2010 ini benar benar menambah kecintaan saya terhadap musik…. saya benar benar salut ……dengan kota Solo…. disaat kota kota besar yang lai  sibuk menyiapklan acara untuk konser konser besar yang melagukan musik yang kebanyakan diantaranya adalah bersifat kebarat baratan… Solo tetap mempertahankan ciri etnik, budaya, dan kontemporer yang merupakan keindahan sendiri dalam sebuah seni musik……

Ketukan ketukan pada perkusi….. tabuhan jimbe….. gesekan biola…… tiupan seruling…. dipadu padankan dengan pianika…..dengan tepukan tangan penonton yang bernada…bahkan ada juga pipa woman dari taiwan….alat musik khas dari zimbabwe… angklung…. semua hal yang bisa menghasilkan bunyi yang indah….. benar benar menarik untuk dikagumi sehingga mengundang decak kagum para pendengarnya… belum lagi dilengkapi dengan para vokalis bersuara emas yang menyuarakan musik keroncong…. sinden… jazz.. melantunkan tembang tembang jawa……sungguh suatu keindahan yang luar biasa…….

Akhirnya waktu menunjukkan pukul 01 : 14 WIB… acara SIEM Fest 2010 yang diselenggarakan tanggal 7-11 Juli itu berakhir sudah…jejak langkahnya menyisakan rasa bahagia di hati smeua penonton yang hadir dan setia menyaksikan acara itu sampai di penghujung acara…semua berharap…ajang dua tahunan ini dapat digelar dan dikemas kembali dengan lebih apik…sehingga kota Solo benar benar semakin lekat dengan brand Kota Budaya…..

Saya meninggalkan stadion R.Maladi Sriwedari dengan seulas senyum….. dan perjalanan pulang saya ditemani ribuan bintang yang memperindah langit Solo dini hari itu……. 🙂

Iklan

4 thoughts on “Jejak langkah SIEM Festival 2010

  1. Ndah, sido pinjem bukuku nggak?

    klo sido, sms ke no ku wae..
    nanti teknisnya biar dibantu adikku yg di solo
    asal bukunya dikembaliin lho..

    😀

    085 727 397 011

  2. lhadalah SIEM…….
    sayang sekali kemaren gak nonton
    cuma dengar cerita dari teman katanya seru abis
    sebenarnya dekat kost tapi kelewatan
    biasa kurang info

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s