Ya Sudahlah…

“apapun yang terjadi…kukan slalu ada untukmu…..janganlah kau bersedih…..’cause everything’s gonna be okay….”

rasanya baru kemarin dia mendendangkan lagu itu di telinga sayaa….

rasanya baru kemarin dia melindungi saya dari hujan badai dalam perjalanan kami ke masjid agung…..

rasanya baru kemarin saya dan dia berlarian mengejar ombak di pantai….

rasanya baru kemarin….dia mengusap pipi saya untuk menghapus air mata saya yang tidak bisa berhenti mengalir……..

rasanya baru kemarin…..dia membangunkan saya untuk sholat dan sahur bersama…………

semua memory tentang dia seolah kembali menari  nari di ingatan saya……..hari ini…….detik ini..kembali saya menengadahkan tangan…..memohon kepada Allah agar saya diberi kelapangan hati untuk mengikhlaskan dia…..

nyatanya..ilmu ikhlas memang ilmu yang paling tinggi derajatnyaa….paling berat menaklukannya……

akhirnya ada sedikit obat untuk saya yang sedang menangis di hari ini……

From :Rinduku.wordpress.com… — >

semoga bisa menghibur teman teman yang sedang merasakan apa yang saya rasakan….amien..

Kutinggalkan Dia demi DIA … kalimat yang indah bukan?

Duhai jejaka … ”namamukah yang tertulis di lauh mahfuz sana sebagai jodoh saya?” belum tentu, ”engkaukah yang akan menemani saya di titian jalan menuju syurga? dirimukah yang akan melengkapkan separuh dari agama saya?” jawaban dari pertanyaan ini ada pada ALLAH, bukan dihati saya dan hati kekasih saya. Dan jika kamu tercipta bukan untuk saya, haruskah saya marah kepada ALLAH, tentu tidak jika luka kita kembalikan kepada pemilik cinta, dariNYA cinta berasal dan kembali padaNYA

Duhai Jejaka “apakah ketampanan yang ALLAH berikan menghias wajahmu ini diciptakan ALLAH untuk saya?”  tolong jawab!! Dan bisa dipastikan kamu takkan pernah dapat memberi jawaban “apakah kamu tercipta untuk saya” kitapun tak akan punya jawaban atas pertanyaan ini, karena jawabannya bukan di tangan kamu dan saya, tetapi di tangan ALLAH, di tangan TUHAN kita, iya ALLAH, TUHAN saya dan TUHAN kamu.

Duhai Jejaka, tahukah kamu, hati saya gelisah memikirkan kamu, takut kehilangan kamu, terbayang betapa beratnya ketika kamu tiada, menjalani hari hari tanpa sms darimu, melewati waktu tanpa mendengar suaramu, tak ada lagi gelak tawa canda dan nasehat yang kerap hadir di perbincangan kita di malam nan syahdu, tak ada lagi yang akan menanyakan apakah saya sehat hari ini, sudah makankah saya, sudah bayar zakat, sudah shalat tepat pada waktunya bahkan menjadi alarm saya mengingatkan untuk tahajud…

Namun ketakutan ini mengalahkan ketakutan saya kepada ALLAH, saya takut DIA murka karena saya menikmati yang bukan hak saya, takut murka ALLAH karena jantung saya yang berdegup kencang telah saya isi dengan bayangan kamu yang bagai hantu mengikuti saya kemanapun saya pergi ada kamu dihati saya, padahal detak jantung ini titipan ALLAH yang harus saya pertanggungjawabkan.

Jadi maafkan saya jika  ketakutan  saya pada ALLAH melebihi kegelisahan saya memikirkan kamu, biarkan saya sendiri dulu, izinkan saya bersama DIA saja

“Now, I have to leave you for the sake of ALLAH”

Sesungguhnya ALLAH takkan pernah menyia-yiakan pengorbanan kita,  bila kita tinggalkan semua ini karena ALLAH, yakinlah akan hadir sesuatu yang indah di hari akhir nanti, ketika kita mengejar akhirat maka dunia akan mengikuti “Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). Dan kelak TUHANmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi [[ikhlas] puas” (QS. Ad-Dhuhaa [93]: 4-5)

Seharusnya kita tidak menangis, tak perlu bersedih atas perpisahan sementara ini jika benar saya tercipta untukmu  maka tiada ada yang dapat menghalanginya bukan? Namun sebelum saat itu tiba berdoalah pada ALLAH semoga kita berdua diberi kekuatan untuk berpisah, mohonlah padanya dengan penuh pengharapan, tak ada yang perlu kita tangisi, kita hanya berpisah sementara sampai ALLAH menjadikan semua halal untuk kita )

Dan ketika kamu merasa lemah, mohonlah kekuatan dari-NYA, kita bersyukur tidak ikut menzinahkan mata, kita adalah insan pilihan ALLAH, intan terpilih, mutiara pilihan ALLAH,  dan untuk itu kita punya kewajiban untuk membuatnya tetap berkilau, jagalah kilaumu dan indahnya saya, jangan biarkan cinta merusaknya, kita saling mendoakan, dan mari kita berlari mencari cinta ALLAH, berlomba lomba berbuat kebaikan agar dimata ALLAH kita pas untuk dipasangkan, jika saatnya tiba semua halal untuk kita, ini adalah hasil dari upaya kita mengejar cinta ALLAH, bukan menghalalkan untuk memuaskan nafsu sahwat kita.

Iya hingga lebel “halal” itu menjadi milik kita “bukankah makan diwaktu magrib lebih indah setelah berpuasa, daripada makan diwaktu magrib setelah seharian makan yang enak enak, iya kita jadikan perpisahan ini sebagai “puasa” dan berbuka kemudian…

NB:

Terimakasih mbak rindu…..postingan mbak benar benar menghibur saya…… 🙂

Iklan

28 thoughts on “Ya Sudahlah…

  1. Assalaamu’alaikum Indah.. 🙂

    Be strong yah.. ini hanyalah salah satu dari episode hidup yang harus Indah jalani dan lewati. Apapun kejadiannya entah itu pahit, manis, suka ataupun duka.. pasti ada hikmah yang besar yang tersembunyi di baliknya..

    Meski terlihat dan dirasakan ngga indah, percaya deh.. ALLAH sedang “merajut” sesuatu yang indah buat Indah (banyak indahnya nih.. hehehe.. :P). Kembalikan semua kepada Sang Pemilik Cinta, Sang Pembolak-balik Hati.. ALLAH SWT.

    Percaya deh, jika cinta gak mampu bersatu dan bersama.. semestinya kita patut bersyukur, karena ALLAH pasti telah menyiapkan seseorang yang lebih baik buat kita 🙂

    Be strong! 🙂

  2. Waalaikumsalam kang duddy…..

    terimaksih..terimakasih..terimaksih….
    masukan masukan mas selalu membuat saya lebih tenang….

    “Yaa Muqalliba al-quluub wa al-abshaar, tsabbit qalbii ‘alaa diinika wa thaa`atika.” Wahai Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku atas agamamu dan ketaatan kepada-Mu….

    😥

    tapi masih tetep pedih mas…..semoga saja pedih ini cepat sembuh..amieeen.. 😥

      • Eh iya, komen2 dari komentator dan balasan dari Ade kalo bisa dibaca juga… biasanya ada tambahan ilmu dan hikmah dari situ.. 🙂

      • ini yang balesin mba ade ato kang duddy c?????

        iya mba….makasi banyakkk/….

        🙂

        sebenernya indah juga uda baca catatan tentang patah hati sebelum mba ade kasih tau…

        hihhi

        gini2 kan indah penggemar beratnya mba ade…..
        jadi smua postingan mba ade ga ada yang indah lewatkan….

        🙂

        jazakillah mba ade….

        semoga indah benar2 bisa melalui semua ini..

  3. @Indah: yang ngebales Duddy, bukan Ade.. Kalo Ade kan ID-nya Rindu 😀
    Wah Indah termasuk FBR juga yah.. Fans Berat Rindu.. hehehe.. 😀

      • Masa sih kayaknya bahasanya Ade? bahasanya Ade kan lembut.. kalo saya mah gak lembut bahasanya.. hehehe..
        Insya ALLAH nanti saya sampein salamnya ke Ade.. 🙂

  4. Assalamualaikum,

    Ikhlas itu bukan untuk ditaklukkan, itu ilmu yang dianugerahkan dari Allah kepada hamba-hamba Nya yang Dia pilih, jangan pernah merasa bisa menaklukan ikhlas tapi mohonlah untuk diberi Ikhlas.

    ikhlas bukan dari manusia, manusia mungkin bisa mengusahakan dirinya untuk ikhlas namun Ikhlas yang sejatinya datangnya dari Allah.

    Indah, seperti pesan aku pada ade’ ;

    Bercintalah karena Allah dan jangan bercinta karena mahkluk-Nya.

    Semoga Allah memberimu jodoh seorang lelaki yang mencintai dirimu bukan karena dirimu tapi mencintaimu karena Allah.

    Salam.

    • oohh..begitu yah mas cak ??*manggilnya mas apa cak neh..kikiki..

      hm…..terimakasih mas….semoga indah senantiasa diberi kelapangan hati dan keikhlasa yang tak bertepi oleh Allah….amien…..

      “Semoga Allah memberimu jodoh seorang lelaki yang mencintai dirimu bukan karena dirimu tapi mencintaimu karena Allah.”

      like this quote…amien..amien..amienn…terimakasih banyak mas cak .. 😀

      Jazakallah… 🙂

  5. “Apapun yang terjadi…ALLAH kan selalu bersamamu”
    “Cinta kepada kekasih boleh lah pergi,tapi cinta kepada ALLAH harus tetap di HATI”

  6. yang ini agak berat… harus dibaca agak lamaan hehehe

    wah para penggemar blognya mbak rindu ya… aku juga langgana lwat email kok..

  7. “Namun sebelum saat itu tiba berdoalah pada ALLAH semoga kita berdua diberi kekuatan untuk berpisah, mohonlah padanya dengan penuh pengharapan, tak ada yang perlu kita tangisi, kita hanya berpisah sementara sampai ALLAH menjadikan semua halal untuk kita.”

    “Tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kesenangan duniawi, kecuali rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, dan rasa takut kepada Allah yang membuat hati kita merana.” (Ibnu Ath-Thoilah)

    Penantian yang diisi muhasabah kepada Dzat Penguasa Ruh yang Bergelora..
    Penantian yang dihiasi doa-doa peredam hati yang gundah..
    Penantian yang dirangkai dengan amalan-amalan sholih/sholihah..

    Insya Allah, akan dianugerahi dengan
    Pertemuan yang didambakan setiap hamba Allah..
    Pertemuan yang diberkahi Dzat Pemilik Jiwa yang Tenang..
    Pertemuan dalam bingkai keluarga yang sakinah..

    Bukankah pertemuan di saat yang halal di kemudian hari akan terasa indah dibandingkan pertemuan demi mengumbar syahwat sehari-hari?

    ;-( .. ^_^

  8. ini hampir sama seperti kisah saya yang telah lewat tentang hati yang luka…
    kemudian tulisan di sebuah blog…menyegarkan jiwa kembali…
    sama2 FBR…hehe

    salam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s