talk about “pengamen”

anak anak kecil berlarian sambil tertawa mengejar buas yang saya tumpangi senja itu….saya dalam perjalanan menuju kota Semarang…….anak anak kecil itu tampak gembira dengan pakaian mereka yang compang camping dan peluh yang membanjiri dahi mereka…

mereka segera menuju ke tengah2 bis…berdiri diantara deretan penumpang yang berdesak desakan….mereka menikmatinya….dan tanpa ragu mereka memainkan gitar kecil mereka dan menyanyikan sebuah lagu…….

“daripada mencuri…daripada mengemis…….lebih baik kami mengamen untuk mencari sesuap nasi…..”

lagu mereka begitu panjang..namun kalimat itu masih terekam jelas di benak saya sampai saat ini….. πŸ™‚ …mreka benar….bahwa mengamen itu lebih baik dari mencuri..atau sekedar meminta minta……

mereka menyelesaikan lagu mereka sambil berterimakasih dan salah satu diantara mereka mulai berkeliling uintuk mengumpulkan “recehan” dari para penumpang….

mereka turun ketika bus berhenti di sebuah pertigaan di kota boyolali….tawa mereka masih saja tergelak setelah turun dari bus……..saya sendiri…masih menikmati suasana bus ekonomi yang malam itu terasa sejuk karena angin yang masuk dari celah celah jendela…..

asap rokok yang berhembus dari kursi belakang saya tidak begitu saya pedulikan……

saya mencoba memandang keluar jendela untuk melihat langit……mencari bintang disana..namun bintang tidak dapat terlihat dari dalam bus itu…..

otak saya kembali melayang….setiap melihat pengamen saya teringat waktu waktu saya kuliah dulu..saya sering mengamen bersama teman teman saya di komunitas seni…..saya mengamen bukan untuk mencari sesuap nasi seperti mereka….bukan hanya untuk bersenang senang menyalurkan hobi menyanyi saya,,,,tapi saya dan teman teman sering mengamen untuk menggalang dana untuk menolong orang orang yang membutuhkan…

dengan dibekali perlengkapan ngamen yang lengkap…..gitar 1 sebagai rhytem…gitar 2 sebagai bass….gitar 3 sebagai melodi…jimbe sebagai drum….dan juga botol kecil berisi beras sebagai kecik…..harmoni kami mempesonakan orang orang yang tengah makan di warung warung atau cafe yang kami singgahi….tentunya mengamen kami ini lebih berkualitas dibanding dua anak kecil yang saya temui di bus tadi….

dan karena kami berkualitas….tentunya para pendengar tidak segan segan untuk memberikan recehan yang tidak sekedar recehan….. :)…jarang sekali orang yang memberi kami 100 200 atau 500 perak….

lebih sering mereka memberi kami 1000,2000,atau lebih…bahkan ada juga yang memberi kami 20.000 …asal kami memutar lagu kesukaan mereka…..

aih….indahnya saat saat menjadi pengamen…. :)….menyusuri jalan jalan di Tembalang…sambil menghitung uang…tidak peduli kaki kami pegal karena berjalan jauh…tidak peduli suara saya serak karena harus berteriak teriak….tak peduli keringat membanjiri sekujur tubuh kami dan membuat penampilan kami acak acakan….tidak kenal lelah dan kami tidak malu…karena yang kami lakukan inu halal…dan untuk menolong sesama…..apalagi diselingi sendau gurau dan tawa….perjalanan mengamen kami di malam malam itu tidak menyisakan lelah yang berkepanjangan…..

mungkin itulah yang dirasakan pengamen pengamen kecil tadi….mereka melewati hari hari mereka dengan tawa…oleh kerena itulah mereka seolah tidak merasa lelah….. πŸ™‚

———————————————————->>>>>>>>>>>>

lamunan saya buyar ketika tiba tiba bus yang saya tumpangi oleh ke kiri…..hampir saja bus ini menabrak mobil sedan kecil yang menyalipnya dari kiri..dan tiba tiba berbelok ke kanan…..

….astaghfirullah……nyaris saja…

segera saya bersyukur karena perjalananΒ  saya masih dalam lindungan Allah…..saya bersyukur karena sopir bis kala itu memiliki kegesitan yang bagus sehingga dengan cepat menghindari tabrakan dengan mobil sedan yang “ngawur” itu…..

perjalanan saya berlanjut..dan masih dengan rentetan pengamen yang silih berganti mengisi kesunyian di dalam bus itu….beberapa pengamen saya nilai…sangat tidak bermutu…..:foofh: ..ada yang menyanyi dengan suara fals…..ada yang menyanyi hanya dengan diiringi tepukan tangan…ada juga yang menyanyi dengan suara sangat lirih sehingga saya yakin hanya sedikit sekali penumpang bus itu yang mendengarnya menyanyi…..

namun setelah sampai di salatiga….ada seorang bapak pengamen yang menarik perhatian saya dan sangat menghibur penumpang di bus itu..

bapak itu menyanyikan lagu….entah apa judulnya.,…saya rasa itu lagu ciptaannya sendiri….lagu itu dalan bahasa jawa…..dan terdapat kata kata seperti ini….

tumpakane mobil mengkilat…..percuma nek ra tau sholat……

(naiknya mobil mengkilat..percuma saja kalau tidak pernah sholat)

lagu yang ia nyanyikan sarat dengan pesan pesan moral dan menjunjung nilai nilai agama……..uniknya lagi..seusai menyanyi….bapak itu mengupas isi lagunya..dilenghkapi dengan bacaan bacaan ayat suci Al Qur an..dan dilengkapi pula dengan hadis hadis yang berkaitan…. πŸ™‚
Sungguh luar biasa….ternyata ngamen pun bisa jadi sarana dakwah……

Malam itu….para penumpang tidak segan segan untuk memberi uang lebih kepada bapak itu……

Subhanallah……rejeki melimpah……..halal….ditambah lagi pahala dari dakwahnya pasti tidak terhitung…….

pastilah bapak pengamen ini orang yang sangat pandai bersyukur………………

*tidak seperti saya ini….uda dikasi hidup enak…malah ga pernah dakwah :D…kerjanya mengeluuh saja saya ini… haduuuh..jadi malu sama bapak pengamen ini…..*

“Sesungguhnya besarnya balasan tergantung dari besarnya ujian, dan apabila Allah cinta kepada suatu kaum Dia akan menguji mereka, barangsiapa yang ridha, maka baginya keridhaan Allah; namun barangsiapa yang murka, maka baginya kemurkaan Allah.” (HR Tirmidzi.)”

baiklaaaah…mulai hari ini…..stop mengeluh indah……harus ridha…harus bersyukur…apapun ituuu….

ayoooooooo..semangat indah,…semangaaatt….

Iklan

7 thoughts on “talk about “pengamen”

  1. Kasihan lo mereka… 😦 Setiap hari di jalan, menghirup kotornya udara, hasil dari asap kendaraan bermotor…. Belum resiko pelecehan seksual dan pemerasan… πŸ˜₯

    Saya sendiri berpikir, gimana ya caranya menolong mereka… Saya berdoa semoga para anak jalanan tsb diberi kekuatan, perlindungan, kesehatan, dan semoga mereka termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman. πŸ™‚

    • benerrrr..benerr……
      πŸ™‚
      eh…minggu lalu di Solo ada event “Festival Kreasi Anak Jalanan”..bagus deh..disitu anak2 jalanan pada berkreasi.terntaya mereka hebat hebatt..kerennn….

      “semoga para anak jalanan tsb diberi kekuatan, perlindungan, kesehatan, dan semoga mereka termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman. :)” amieeenn…Ya Allah..

      • Iya lho, kemampuan bermusik mereka gak bisa diremehin. Suara (vokalnya) bagus-bagus. Memang sih, gak semua anjal bersuara bagus.. Tapi saya yakin ada bibit2 calon seniman musik yang bisa berjaya kalo dididik secara serius. Di Bandugn sini ada beberapa saung yang menerima anak jalanan. Mereka diberi pendidikan gratis, asupan gizi, dan gak lupa, diajari bermusik juga. πŸ™‚

      • wah.,,,mau dong kapan kapan ke bandung maen ke tempat anak anak jalanan itu…hm…..di semarang juga ada seh…..mereka ada sanggarnya gitu..diberi ilmu…diberi ketrampilan…macem2 deh…hehe..tapi indah juga belum tau tempatnya.. πŸ™‚
        mudah mudahan kapan kapan bisa berkunjung ke rumah anak anak jalanan itu.. πŸ™‚

  2. terimakasih banyak kaka kaka yang udah perhatian sama anak anak jalanan,
    anak jalanan ga seperti yang mereka mereka pikir kok kak πŸ™‚
    banyak orang berfikir anak jalanan itu kumuh kotor dekil, tapi itu cuma dari luar kak,
    mereka ga ada yang tau dalam nya pengamen ,
    pengamen ga lebih hina kok ka dari para koruptor πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s